Penulis: Desi Ratna Wulan Sari

Setiap insan manusia pasti memiliki keinginan membangun Keluarga yang harmonis dan sejahtera. Dalam Islam setiap rumah tangga yang baru dibina senantiasa berdoa memiliki keluarga sakinah mawardah warrahmah.

Kehadiran seorang anak merupakan masa yang ditunggu-tunggu. Anak merupakan anugerah Allah dan perhiasan dunia yang harus di didik dan  di jaga oleh orangtua. Impian memiliki keluarga sakinah mawadah warrahmah serta mewujudkan anak shalih dalam keluarga diperlukan ilmu mendidik yang tepat. Bagaimana cara mendidik anak dalam Islam? Pastinya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Namun jangan juga bermimpi untuk bisa menghasilkan generasi terbaik jika kita tidak mengetahui tujuan sebuah rumah tangga Islami.

Tujuan Pernikahan Islami adalah memperbanyak jumlah umat muslim dan menggembirakan Rasulullah. Menjaga kesucian diri dan taqarrub kepada Allah. Serta melahirkan generasi muslim sekaligus menjaga kelangsungan keturunan manusia. Setelah tujuan pernikahan terpenuhi, maka yang perlu di perhatikan setelah membina sebuah rumah tangga, persiapan sebagai orang tua sekaligus pendidik dengan kesiapan ilmu yang dimiliki.

Memang tidak ada manusia yang sempurna selain Rasulullah SAW. Namun, orang tua harus berusaha memiliki sifat-sifat terpuji agar bisa dijadikan teladan bagi anak-anaknya. Semakin baik sifat-sifat orang tua sebagai pendidik maka akan semakin dekat  pula tingkat keberhasilan dalam mendidik anak.

Berikut ini sifat-sifat yang harus disandang oleh pendidik sukses ala Nabi, antara lain: Penyabar dan tidak pemarah, lemah lembut dan menghindari kekerasan. Hatinya penuh rasa kasih sayang. Memilih yang termudah di antara dua perkara selagi tidak berdosa. Fleksibel. Tidak mudah emosional (suka marah).Bersikap moderat dan seimbang. Ada senjang waktu dalam memberi nasihat.

Jika semua hal diatas dilaksanakan oleh para orang tua dalam mendidik anaknya, maka kabar gembiralah bagi kita. Orang tua akan memetik buah hasil jerih payah mendidik anak, ketika anak-anaknya menjadi shalih dan shalihah

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia mati, terputuslah amalnya kecuali dari  tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan untuk kedua orang tuanya”. [HR. Muslim dari Abu Hurairah]

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak akan menangguhkan unur seseorang apabila telah sampai ajalnya. Penambahan umur itu hanyalah apabila Allah menganugerahkan keturunan yang shalih kepada seorang hamba. Orang tuanya didoakan maka sampailah doanya ke alam kuburnya.” [HR. Hakim dari Abu Darda’]

Rasulullah menerangkan bahwa Setelah meninggal dunia, derajat seseorang masih bisa diangkat. Si mayit yang merasa diangkat derajatnya terkejut dan berkata “Ya Allah, apa ini?” Maka akan dijawab, itu (karena) anakmu selalu memintakan ampun untuk-Mu.” [HR. Bukhari Salam Adab Mufrad, dari Abu Hurairah]

Maka membangun sebuah mimpi dalam keluarga, menuju keluarga sakinah mawadah warrahmah dengan pendidikan sukses anak-anak menjadi shalih dan shalihah adalah jalan yang mampu dicapai oleh setiap orang tua. Karena Rasulullah telah memberikan contoh dan cara-cara tepat mendidik anak hebat dan shalih pencetak generasi rabbani. Berbahagialah kita sebagai umat Islam yang senantiasa diberikan petunjuk di setiap langkahnya, melalui Alquran dan sunah yang di turunkan untuk seluruh umat muslim di dunia. Wallahu a’lam bishawab.[]