Oleh : Umi Rizkyi

Wabah virus corona yang semakin hari semakin merajalela di negeri kita tercinta ini. Dari hari ke hari korban yang terpapar virus corona semakin bertambah jumlahnya, baik yang tersuspec atau yang positif terpapar virus corona. Tidak hanya 1 atau 2 orang yang meninggal disebabkan oleh virus corona bahkan mencapai puluhan nyawa melayang.

Sungguh aneh dengan negeri ini, di tengah pandemi virus corona yang sangat berbahaya dan mengancam kelangsungan hidup manusia, malah masih ngeyel dan ngotot untuk melanjutkan rencana pemindahan ibu kota baru yang telah di tetapkan di Kalimantan Timur. Hal ini terbukti bahwa rencana pemindahan ibu kota tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi virus corona.

Jakarta _ Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjahitan memastikan persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur terus berjalan di tengah pandemi virus corona di ungkap oleh juru bicara Luhut Jodi Mawardi.

” Saat ini pemindahan ibu kota masih on track. Kami dan kementerian BUMN serta kementerian keuangan terus berkomunikasi dengan investor dan mitra join venture untuk pemindahan ibu kota ” Ujar Jodi dalam rekaman yang diterima wartawan 25/3/2020.

Ia juga mengatakan sejumlah kementerian terus menggodok opsi terkait pembangunan ibu kota baru bersama dewan penasehat jika sudah matang maka opsi itu akan diputuskan secara bersama-sama.

Bahkan penegasan pemindahan ibu kota telah disampaikan oleh bapak presiden sejak 16/8/2019 lalu. ” Ibu kota sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan jasa ” Kata Kepala negara dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta 16/8/2019. Dan juga bandara udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia.

Dana yang digunakannya pun sungguh berbanding terbalik dan jauh berbeda jumlahnya. Dilansir dari www.cnbcindonesia, 27/8/2019 jumlah dana yang dikeluarkan untuk pindah ibu kota sebesar 466 triliun rupiah sedangkan dana yang digunakan untuk menangani pandemi corona hanya sebesar 405 triliun rupiah (www.cnbcindonesia, 6/4/2020). Selisih 50 triliun, padahal seharusnya pemerintah mengutamakan dana untuk pandemi corona dari pada pindah ibu kota.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi mengutamakan rakyatnya tetapi mengutamakan para pemilik modal, asing dan aseng Padahal corona telah mengancam nyawa rakyatnya. Setiap hari, setiap saat siap untuk memangsanya.

Begitulah sesungguhnya rakyat sangat membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah dalam menghadapi pandemi virus corona. Sudah seharusnya pemerintah bersikap selayaknya pelayan dan pelindung rakyatnya. Memberikan perlindungan terhadap rakyatnya terkait pandemi virus corona ini. Menyediakan fasilitas umum dan sarana prasarana yang memadai dan berkwalitas.

Tapi sayang sungguh sayang, negeri ini seolah tidak peduli terhadap rakyatnya. Di mana saat ini kebutuhan APD kekurangan, malah nyantai dan lebih memprioritaskan ekspor ke luar negeri. Seolah pemerintah menutup mata dan telinga atas penderitaan dan kegundahan rakyatnya. Tanpa rasa berdosa sedikitpun, atas kebijakkan dan langkah yang diambilnya.

Dari ini kita bisa melihat pemerintah melakukan untung rugi dalam menyelamatkan rakyatnya, sifat seperti ini merupakan hasil dari  paradigma kepemimpinan dan sistem pemerintahan yang diterapkan, yaitu sistem kapitalis.

Saudara-saudaraku, hanya sistem Islam lah yang mampu mengondisikan ibu kota negara yang ada saat ini dalam bingkai Khilafah. Dengan Khilafah ibu kota negara dan kota-kota besar dilengkapi dengan atsmosfir kesejahteraan di setiap sudut kota bahkan pelosok negeri. Keramaian dan kesibukkan kota berlangsung di tengah-tengah kehadiran nilai kehidupan yang berlangsung seimbang. Baik nilai ruqiyah, madaniyah ataupun khuluqiyah.

Begitu pula tehnologi dan infrastuktur seperti yang terjadi di Cordoba, Baghdad, Turki di era khilafah saat itu. Begitupun dengan akses diberbagai kebutuhan barangpun sangat mudah. Baik pangan, papan, sandang, air bersih, hingga pendidikan, kesehatan, energi, bahkan trasportasi.

Hal itu merupakan bukti kecemerlangan Islam yaitubideologis yangnsohih dan berbagai konsep serta paradigma yang lahir darinya. Dalam Khilafah, ibu kota yang dilimpahi kesejahteraan dan kebaikkan Islam hingga pelosok negeri. Kembalinya Khilafah dalam kehidupan di dunia ini adalah sebuah kewajiban. Seperti Firman Allah Ta’ala dalam Qur’an surat An Anfal ayat 24 yang artinya ” Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rosul, apa bila dia menyerukan kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNyah kamu akan dikumpulkan “.