Oleh : Umi Rizkyi

Di lansir dari www beritasatu.com_ Indonesia mengklaim kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dalam rangka penanganan Virus Covid-19 alias Corona seperti pakaian khusus, masker, hingga kacamata pelindung dapat di penuhi industri dalam negeri.

” Industri dalam negeri mampu untuk memproduksi barang-barang itu untuk kebutuhan sendiri maupun luar negeri ” Kata Kepala Pusat Data, Informasibdan Komunikasi Bencana Badan Bencana Nasional (BNPB) Sabtu 28/3/2020.

Adapun APD yang mampu untuk diproduksi yaitu masker, sarung tangan karet, pakaian khusus, sanitizer dan lain-lain. Semua itu cukup untuk menangani Virus Corona yang sedang mewabah di negeri ini, bahkan beberapa industri jika semuanya memprosuksi maka akan mampu mengekspor APD.

Obatpun demikian, Indonesia juga telah mampu untuk memproduksi Kloroquin untuk pengobatan yang telah terjangkit Virus Corona.

Dengan demikian, maka pemerintah mendorong Indonesia mengambil peluang menjadi produsen APD dengan tujuan untuk di ekspor ke luar negeri. Bahkan pemerintah mengakui kelemahannya, pemerintah yang tidak mampu menyetop komitmen ekspor APD dari Korea Selatan contohnya. Demi mendapatkan uang untuk meningkatkan devisa negara. Meskipun di dalam negeri membutuhkan bahkan mengalami kekurangan APD, namun produksinya lebih diprioritaskan untuk ekspor yang mendatangkan devisa negara.

Demikianlah, jika negeri ini masih memuja, mempercayai dan menerapkan resim Kapitalisme, maka kesejahteraan dan jaminan kepada seluruh rakyatnya tidak akan pernah tercapai. Bahkan yang ada sebaliknya, rakyatpun semakin menderita dan sengsara. Termasuk bagaimana negara saat ini menangani Virus Corona, dengan pemenuhan APD yang lengkap, memadai dan berkualitas. Tidak sebaliknya, membiarkan kebutuhan APD dalam negeri kekurangan dan negara justru memprioritaskan dan mementingkan ekspor ke luar negeri. Dengan alasan meningkatkan devisa negara. Dengan dalih, semakin banyak negeri ini mampu mengekspor APD ke luar negeri maka negeri ini mampu untuk meningkatkan devisa negara. Demi mempertahankan ekonomi negara saat ini.

Hal menunjukkan bahwa betapa merugikan dan semakin membuat rakyat makin hari makin menderita dan sengsara bahkan di saat wabah Corona merajalela. Bukannya rakyat yang diprioritaskan tetapi justru malah mengekspor APD ke luar negeri. Sehingga secara tidak langsung negara berlepas tangan dan mempertaruhkan nyawa rakyatnya. Tidak hanya ratusan, ribuan bahkan lebih.

Sangatlah berbeda dengan Islam, Khilafah Islam akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang akan mampu menjaga kestabilan ekonomi negara dalam mengatasi krisis ekonomi. Adapun prinsip ekonomi Islam yang akan diterapkan Khilafah Islam untuk mewujudkan jaminan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya baik muslim ataupun non muslim.

Prinsip-prinsip ekonomi Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah Islam antara lain :

1) menjalankan politik ekonomi Islam, yang tentunya bertujuan untuk memberikan jaminan pemenuhan pokok setiap warga negara (muslim ataupun non muslim). Dan hal ini akan mendorong rakyatnya untuk memenuhi kebutuhannya.

2) Mengakhiri dominasi dolar dengan sistem moneter yang berbasis dinar dan dirham. Adapun keunggulan dinar dan dirham yaitu dinar-dirham merupakan alat tukar yang adil bagi semua pihak. Dengan sejarah penerapannya terbukti dinar-dirham sebagai mata uang yang nilainya stabil. Setiap mata uang emas yang dipergunakan di dunia ditentukan oleh standart emas.

3) Menutup sektor non rill atau sektor moneter yang menjadikan uang sebagai komoditas. Karena dalam Islam sektor non rill adalah haram karena mengandung unsur riba dan judi. Sehingga semua uang bergerak di sektor rill sehingga roda ekonomi berjalan secara optimal.

4) Membenahi sistem pemilikan sesuai dengan syariat Islam. Sistem ekonomi Islam dikenal dengan 3 macam pemilikan yaitu kepemilikkan pribadi, umum dan negara. Di mana kepemilikkan umum dan negara dilarang dikuasai/dikelola oleh pribadi/swasta.

5) Mengelola sumber daya alam secara adil. Negara akan mempertahankan kedaulatan negara dari intervensi asing termasuk mencegah upaya negara-negara imperalis untuk menguasai wilayah Islam dan juga sumber daya alam yang terdapat di dalamnya. Karena SDA akan menjadi sumber pemasukkan negara yang melimpah pada Baitul Mal(khas negara Islam). Termasuk harta milik umum.

Dengan demikian, maka kesejahteraan dan jaminan kebutuhan rakyat akan terpenuhi jika adanya sistem Islam yang diterapkan oleh negara yaitu Khilafah. Karena hanya dengan Islam lah kesejahteraan setiap rakyat akan tercapai (muslim atau non muslim). Semoga Khilafah segera kembali dengan keagungan dan kemuliaanya di muka bumi ini. Aaamiiin Ya Robbalalamin