Oleh : Mega

Bulan nan agung akan segera tiba, kaum muslim tentunya bahagia menantikan bulan ini sekian lama setelah 11 bulan lamanya tak bersua dengan bulan yang mulia ini. Namun ditahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pasalnya duka sedang melanda secara global yakni wabah pandemi Covid-19.

Ada sekitar dua ratusan negara saat ini sedang sibuk menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19. Salah satunya, negara Indonesia. Menurut laman resmi yang dimiliki pemerintah covid19.go.id tepat ada 204 negara yang terdampak oleh wabah virus Corona ini. Di Indonesia telah ada sekitar 4.241 kasus pasien yang dinyatakan positif, 359 sembuh, dan 373 meninggal (Update Data covid19.go.id Senin, 12 April 2020).

Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan cepat tanggap dengan mengeluarkan berbagai kebijakan agar virus corona dapat dicegah dengan cepat sehingga penyebaranya tidak terus meluas yang terus menambah jumlah kematian. Mulai dari pembatasan Sosial (Sosial Distancing), Pembatasan fisik (Physical Distancing), tinggal dirumah saja (Stay At home), sampai dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Begitupula halnya menyambut bulan suci Ramdhan 1441 H dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H pemerintah telah mengeluarkan sejumlah panduan beribadah dirumah saja melalui Kementrian Agama (Kemenag) yang telah mengeluarkan surat edaran yang telah diterbitkan dan ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi, setkab.go.id pada senin 6/04/2020. ”Surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran danmelindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia darib resiko Covid-19” jelas Menag di Jakarta.

Pandemi, Momentum Memaksimalkan Diri Taqarub ilallah.

Himbauan untuk tetap tinggal di rumah terus disosialisasikan pemerintah dan seluruh jajaran lapisan masyarakat, untuk melaksanakan segala aktivitas di rumah saja untuk mengurangi penyebaran wabah corona tidak boleh keluar kecuali hanya untuk keperluan saja hal ini diawasi oleh polisi dan atau militer, seperti yang dilakukan di negara lain yang sudah terlebih dahulu menerapkannya.

Mobilisasi dalam rangka silaturahmi masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam sangat tinggi. Tidak hanya pada saat menjelang mudik lebaran nantinya, tetapi akivitas di bulan suci Ramadan pun banyak dilaksanakan di luar rumah buka puasa bersama, salat tarwih berjamaah, iktiqof, serta tradisi mudik tahunan menjadi tantangan besar dalam penanganan ledakan vovid-19 di tanah air.

Dengan melihat fakta di beberapa negara lain yang membuat segala kemajuan, kemewahan teknologi, ekonomi dan kekuatan militer yang dimiliki goyah dengan wabah pandemi ini, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya kepada semua orang bahwa tidak ada kekuatan di muka bumi ini mampu menandingi kuasaNya.

Siapa pun memiliki peluang yang sama akan terjangkiti wabah ini, saatnya kita muhasabah diri, tentang apa yang selama ini kita perbuat. Gaya hidup yang berlebihan, kesibukan dan fokus yang membuat kita lalai orientasi kita hanya pada dunia semata sehingga kita banyak melupakan-Nya, kita mengenyampingkan perintah-Nya dan senantiasa melakukan kemaksiatan.

Bagi umat Islam, Ramadan akan segera tiba maka hendaknya ini menjadikan diri kita untuk bermuhasabah yang dengannya kita memiliki pemahaman bahwa semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak-Nya. Setiap peristiwa yang terjadi seorang muslim diminta untuk selalu mengambil hikmahnya.

Oleh sebab itu dalam sabda Rasulullah SAW bersabda, “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi).

Maka, setiap muslim hendaknya memanfaatkan momentum aktivitas yang dilakukan di rumah untuk memperbanyak dan memperdalam tsaqofah Islamnya baik melalui online maupun menambah tsaqofahnya, memanfaatkan momentum sya’ban yang tinggal menghitung hari dengan sebaik-baiknya, terlebih mempersiapkan diri untuk mengahadapai ramadan. Mempelajari hakikat shaum, fiqih dalam menjalankan shaum yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad, dan segala keutamaan lainnya sehingga mampu meraih kemuliaan di bulan yang agung.

Dengan adanya wabah ini tidak membuat kita untuk berkeluh kesah tidak mampu menjalankan ibadah sebagaimana di tahun sebelumnya, malah ini harusnya menjadi bahan perenungan dan penguatan bagi kita bahwa totalitas segala urusan kehidupan yang kita jalani berserah diri kepadaNya dengan meningkatkan iman dan takwa kita kepada-Nya. Mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya sekalipun harus berada di dalam rumah karena kebijakan yang ada saat ini tetap memaksimalkan diri dalam menyambut bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Semoga dengan senantiasa kita terus mendekatkan diri dan meningkatkan ketaatan kita kepada Allah dengan amal shalih, juga senantiasa kita berharap bahwa ujian wabah corona ini segera berakhir sehingga kita melalui Ramadhan tahun ini dengan lebih khusyuk. Aamiin Allohumma aamin. Wallahu a’lam bi as-showab.