Oleh : Lilik Yani

Duhai hamba-ku, bagaimana kabarmu?
Masihkah terus mengabaikan-Ku?
Atau terkejut karena datang ujian padamu
Wabah pandemi virus Corona mencemaskan hatimu

Bagaimana bisa, hamba-Ku?
Sama makhluk kecil yang tak tampak saja kalian takut?
Sementara pada kekuasaan Allah engkau tak menurut?
Aku hanya ingin engkau ikut

Duhai hamba-Ku, Aku rindu
Berbagai cara Ku-lakukan tuk kembalikan engkau pada-Ku
Ketika sapaan lembut tak menggetarkan hatimu
Ketika suara merdu muadzin tak menggerakkan langkahmu

Ketika sentilan sakit hanya membuatmu sadar sebentar
Ketika bencana alam hanya membuatmu panik ketakutan
Berjanji akan kembali kepada-Ku dan beriman
Lantas lupa lagi ketika Aku menyelamatkan

Duhai Hamba-Ku, Aku Rindu
Rindu ingin engkau kembali kepada-Ku
Kembali taat menjalankan syariat-Ku
Bukan untuk kebaikan-Ku
Bukan untuk meningkatkan Kekuasaan-Ku

Tanpa engkau menyembah, Aku sudah Maha Besar
Tanpa engkau taat, kekuasaan-Ku tak terbatas
Tanpa engkau bersujud, kebesaran-Ku tak terkira
Tanpa apapun darimu, Aku tetap Penguasa alam semesta

Duhai HambaKu, Aku Rindu
Aku ingin kau kembali ke jalan-Ku
Aku ingin kau selamat dalam penjagaan-Ku
Aku ingin agar Kau kembali kepada-Ku
Karena Aku mencintaimu

Berbagai cara tak membuatmu sadar
Virus Corona Ku-utus segera datang
Mengingatkanmu agar sadar
Bahwa jalan yang kau lalui salah

Pasukan Corona itu banyak
Bergerak dengan lincah
Berkembang dengan cepat
Sayang, engkau tak melihat

Meski kecil jangan kau sepelekan
Mereka memiliki kekuatan dahsyat
Menyerangmu tanpa sadar
Tak peduli kau pejabat

Duhai hamba-Ku, Aku Rindu
Ku datangkan Corona ke seluruh dunia
Bukan satu dua negeri saja
Karena Aku cinta semua hamba
Berharap semua sadar dan kembali taat

Aku ingin semua hamba-Ku selamat
Terhindar dari jalan sesat
Telah lama hamba-Ku dalam kesesatan
Ku ingin kalian semua pulang

Kembali ke jalan keselamatan
Mengikuti aturan yang sudah diikrarkan
Qur’an dan Sunnah yang dibawa kekasih-Ku Muhammad
Kau terapkan pasti selamat

Hamba-Ku, bagaimana kabarmu?
Sudahkah makhluk kecil itu menyadarkanmu?
Senjata canggihmu tak bisa mengalahkan
Negeri-negeri kuat yang mengaku adidaya tiada tandingan
Luluh lantak tak berdaya diserang Corona

Perekonomiannya melemah
Keamanan yang katanya berlapis baja
Lunglai tak berdaya ditembus Corona
Mana pemimpin sombong yang mengaku Tuhan?
Masihkah pongah dan berani berbangga?

Bagaimana hamba-Ku, masih kurangkah serangan pasukan Corona?
Perlukah ditambah pasukan kecil lainnya?
Jika masih belum cukup membuatmu jera

HambaKu, bukan Aku membencimu
Jika berbagai sentilan dan ujian tak menyadarkanmu
Datangnya makhluk kecil bernama Corona itu
Ku utus jadi wasilah kembalinya engkau padaKu