Oleh : NS. Rahayu

Sudahlah jatuh tertimpa tangga pula. Sudahlah kondisi sulit disebabkan sicantik corona yang terus mengintai korban ditambah lagi kebijakan Kemenkumham yang membebaskan napi lebih dari 30.000 nara pidana. Hal ini jelas saja memposisikan rakyat pada kekhawatiran tinggi, karena sulitnya mencari nafkah ditengah covid 19 masih gelisah terhadap keamanan harta benda maupun jiwa mereka.

Benar saja banyak berita menyampaikan bahwa napi yang baru bebas itu kembali melakukan tindak kriminalitas lagi. Salah satunya sebagaimana dilansir Kompas.com (12/4/20) : Belum genap sepekan menghirup udara bebas, dua orang residivis bernama M Bahri (25) warga Gundih, Surabaya dan Yayan (23) warga Margorukun, Surabaya, kembali diamankan polisi. Mereka terpaksa ditangkap karena terlibat dalam kasus penjambretan yang terjadi di Jalan Darmo Surabaya, Kamis (9/4/2020).

Pembebasan para napi ini berdasarkan kebijakan Kemenkumham melalui program asimilasi dan integrasi guna mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang melebihi kapasitas. Selain juga untuk menghemat anggaran.

Dalih menyelamatkan napi dari wabah Corona dan penghematan anggaran dengan cara pemerintah membebaskan puluhan ribu napi termasuk di dalamnya napi koruptor yg berusia lanjut bukanlah solusi bijak di tengah kepanikan dan kesulitan masyarakat menghadapi virus covid 19 yang sudah banyak ODP, PDP bahkan ratusan lebih korban meninggal sementara belum ada tanda-tanda menurun bahkan saat ini justru meningkat diberbagai daerah. Kebijakan ini justru menambah permasalahan baru ditengah kehidupan sosial saat ini.

Ada baiknya Negara mendengarkan rakyat, karena pembebasan napi justru telah meresahkan masyarakat. Merebaknya penyebaran corona di Indonesia pembebasan ini tidak tepat karena realitanya napi akan jauh lebih aman berada di penjara karena secara otomotis terlockdown aktivitas mereka dari dunia luar. Kebutuhan mereka selama ini terpenuhi. Justru ketika dibebaskan ada kemungkinan yang lebih besar terpapar dan tertular . Disisi lain kehidupan sosial masyarakat akan lebih tenang ketika napi tetap berada di penjara, karena kebiasaan lama mereka dapat kembali dan hal ini meresahkan masyarakat dan hal ini terbukti; beberapa napi asimilasi selepas dibebaskan kembali berulah.

Dan paling urgent rakyat ingin negara fokus pada covid 19 agar segera berlalu sehingga dapat kembali beraktivitas normal tanpa ada kekhawatiran tertular.Terlebih mendekati ramadhan, semua berharap inisegera berakhir.

Harapan rakyat tersebut hal logis, menginggat sudah lebih dari 3 bulan pendemi ini belum berakhir sementara kebutuhan ekonomi kian tak terkendali, tabungan menipis bahkan habis. Bagi rakyat miskin sudah kelimpungan menambal kebutuhan dengan jual apapun yang mereka punyai sekedar untuk makan. Kebijakan pembebasan napi jelas semakin membuat kekisruhan dalam kehidupan sosial, keamanan makin tidak terjaga. Siapa yang dirugikan? Rakyat lagi.

Kebijakan pembebasan napi ini menunjukkan bukti tiadanya keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah kriminalitas. Dan tiadanya empati terhadap rakyat dalam menghadapi virus mematikan ini, karena kebijakan ini berimbas ketidak amanan kehidupan sosial rakyat.

Berbeda dengan sistem Islam yang memiliki aturan syari yang kaffah. Ketika terjadi thaun (wabah) khilafah melakukan metode karantina (lockdown. Rasullah, SAW bersabda : Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Jika wabah terjadi di tempat kalian berada, jangan kalian tinggalkan tempat itu. (HR. Bukhari)

Pemberlakuan lockdown (karantina) bagi wilayah yang terkena wabah yaitu dengan cara mengisolasi wilayah tersebut yaitu orang-orang yang tinggal diwilayah wabah tidak boleh keluar dan orang-orang diluar wilayah wabah tidak boleh masuk sejak awal kemunculannya untuk mengantisipasi penyebarannya secara meluas. Dan Negaralah yang menanggung semua keperluan yang memadai bagi wilayah terdampak wabah.

Dari sini sangat jelas pembebasan napi dengan alasan corona seakan punya tujuan lain. Karena napi saat ini lebih aman dari paparan virus corona ketika berada di penjara karena otomatis terlockdown dibandingkan dunia luar penjara, karena kemungkinan tertular mereka jauh lebih besar ketika berada di lingkungan wabah. Wallahualam bi shawab.