Penulis: Niken Susanti

Apa kabar teman-teman kecil yang sholeh dan sholehah?
Sudah siap membaca kisah inspirasi dari Nabi Muhammad Saw. Kita perhatikan dan pelajari bersama-sama yuk sahabat yang sholeh.

Al-kisah pada zaman dahulu di sebuah kota di mekah Nabi Muhammad Saw lahir dari seorang ibu yang bernama Siti Aminah. Seorang Ibu/umi yang sholehah tentunya ya sahabat. Ibu yang baik dan sayang pada Nabi Muhammad Saw.

Teman-teman dan sahabat yang sholeh sholeha, taukah siapa nama ayah Nabi Muhammad Saw. Ya, benar! Ayah/Abi Nabi Muhammad Saw beliau ayah yang baik rajin beribadah kepada Allah SWT, namanya Abdullah, ayah Nabi Muhammad Saw wafat ketika Nabi Muhammad Saw masih dalam kandungan ibunya.

Sahabat dan teman-teman pembaca yang sholeh sholeha pasti hafal sifat-sifat Nabi dan Rosul yang wajib kita imani. Yang pertama sifat jujur atau dalam bahasa Arab berarti Sidiq. Teman-teman dan sahabat sholeh sholeha pasti selalu berkata jujur pada Abi dan Umi dan pada sesama di mana pun dan kapan pun. Betul begitu kan, sangat penting berkata jujur ya sahabat, sebab orang yang jujur pasti di sayang Allah SWT.

Misalnya Hafiz bersama teman-temannya bermain layang-layang di siang hari, ketika waktunya sholat dzuhur Hafid lupa belum sholat saat itu sudah hampir waktunya sholat ashar. Saking asyiknya main tiba-tiba umi Hafiz datang menghampiri. Umi bertanya “Hafiz sudah sholat dzuhur, belum?”

“belum Umi,” kemudian Hafiz bergegas pulang ke rumah mengambil air wudhu dan sholat dzuhur. Teman-teman sudah rutin sholat kan pastinya. Sholat kewajiban kaum muslimin sebagai tiang agama. Karena Hafiz sudah terbiasa jujur makanya Hafiz tak mau meninggalkan kewajiban yang Allah perintahkan.

Semoga sahabat selalu istiqomah dalam beribadah ya sahabat yang sholeh dan sholeha. Contoh lain Hafiz sore itu mau berangkat ke Ngaji bersama sahabatnya ketika di jalan menemukan dompet yang berisikan uang dan kartu nama. Karena Hafiz anak yang jujur dan suka menolong langsung Hafiz menemui orang yang ada di kartu nama tersebut. Nah sudah jelas kan teman-teman, berkata dan berbuat jujur adalah perbuatan yang mulia seperti sifatnya Rosulullah Saw. Allah sayang anak yang senantiasa jujur.

Sifat wajib bagi Nabi dan Rosul yang kedua Amanah yang artinya dapat dipercaya. Setiap manusia wajib menuntut ilmu begitu pula anak sekolah wajib menimba ilmu bekal masa depan yang cerah ya sahabat.

Kepercayaan orangtua ke anak atas dasar kepedulian mereka terhadap kita mengenai tanggung jawab nya menimba ilmu. Jadi sahabat meski sungguh-sungguh dalam belajar, berbakti kepada orang tua Umi dan Abi, taat panuh kepada arahan ustad ustadzah di sekolah.

Kita masih bahas sifat Rosulullah Saw mengenai jiwa orang yang amanah yg artinya dapat dipercaya, bila berkata benar atau sesuai dengan fakta, bila berbuat sesuai dengan aturan yang tepat, bila berjanji menepati. Dalam keadaan apupun kita tidak boleh berprasangka yang tidak baik ya sahabat karena setiap prasangka bisa jadi do’a alangkah baiknya kita positif thinking.

Umi dan Abi bertanggung jawab mendidik dan mengasuh kita, nah kita meski rajin membantu umi dan abi ya sahabat sholeh dan sholeha, setelah pekerjaan sekolah selesai semampu kita membantu umi menyapu dan mencuci piring, agar umi dan abi sayang pada sahabat dan teman-teman semua.

Sahabat pembaca yang sholeh dan sholeha kita lanjutkan sifat wajib bagi Nabi dan Rosul yang ketiga yaitu Fatonah artinya cerdas dan pandai. Siapa anak umi dan abi yang cerdas dan pandai? Pasti semua angkat jari tangannya. Anak yang cerdas ialah anak yang rajin beribadah dan membaca Al-Qur’an dan Hadis. Senang murojaah berdakwah setiap ketemu saudara muslim. Suka berbagi kepada sesama wujud shodaqoh kita atas pemberian Allah SWT semoga berkah dan berpahala.

Orang yang senantiasa dekat dengan Allah akan selalu berpikir cerdas yaitu mengedepankan perintah Allah SWT dan menjahui larangan yang di larang Allah SWT. Mulai dari sekarang yuk kita belajar ilmu agama islam dari Aqidah, akhlak, fiqih, sejarah yang bersumber dari islam, bahasa arab dll. Agar kita selalu diberi petunjuk jalan lurus menuju Ridho Allah SWT. Kelak kita akan dikumpulkan di surga NYA Allah SWT bersama-sama kaum muslimin.

Masih semangat lanjut bahas sifat wajib bagi Rosul yang ke empat ya sahabat. Siapa yang membesarkan Nabi Muhammad Saw, dia adalah pamannya yang bernama Abu Tholib. Sedangkan yang menyusui Nabi Muhammad Saw ketika ibunya tiada, dia ialah Halimah sya’diah. Jadi Nabi Muhammad Saw adalah seorang yatim piatu yang hidup dalam asuhan pamannya.

Nabi Muhammad Saw adalah seorang pengembala kambing dan membantu pamannya berdagang ketika itu Nabi Muhammad Saw berdagang dan berdakwah dengan jujur tanpa membedakan antara satu pembeli dan pembeli yang lain. Selalu mengutamakan khualitas sifat yang amat melekat di jiwa Nabi Muhammad Saw. Apabila yang dijualnya tidak layak maka menggantikan dengan dagang yang baru. Nabi Muhammad Saw adalah seorang cendikiawan yang sukses dengan semangat dan kegigihan nya dalam berdakwah sambil berdagang.

Banyak Hadis yang di bukukan oleh pengikut Nabi Muhammad Saw. Apabila berkata selalu benar dan banyak orang mengenalnya sangat cerdas. Sahabat yang sholeh dan sholeha Nabi Muhammad Saw lahir di hari senin tanggal 12 Robiul’awal pada tahun gajah. Kenapa di sebut tahun gajah? Kita simak yuk sahabat yang sholeh dan sholeha yang senantiasa di rahmati Allah SWT.

Kisah ini Allah SWT sampaikan dalam satu ayat yang diturunkan di kota Mekah. Surat tersebut adalah surat Al-fill yang ayatnya ada 5. Al-fill artinya gajah. Dengan demikian surat tersebut menceritakan tentang kejadian saat Rosulullah Saw dilahirkan di muka bumi.

Saat itu orang-orang kaum muslimin mengunjungi untuk beribadah, berziarah dan bermu’amalah, sehingga hal ini menjadikan kemakmuran kota Mekah. Mendengar berita tersebut, seorang raja yang berkuasa di jaman merasa tak terima. Raja tersebut bernama Abrahah. Dia pun berpikir untuk menjadikan negerinya makmur dan banyak dikunjungi oleh masyarakat sebagaimana kota mekah. Akhirnya ia membangun sebuah tempat ibadah yang lebih megah dan menarik daripada Mekah. Namun sayang, harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Meski ia telah membangun tempat ibadah yang lebih bagus dan menarik daripada ka’bah, tetapi tidak banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke sana. Melihat kenyataan tersebut akhirnya, raja Abrahah merasa kesal. Ia pun mengumpulkan bala tentaranya untuk diajak menyerang kota mekah dan menghancurkan ka’bah.

Akhirnya raja Abrahah tersebut membawa pasukan dengan gajah-gajah yang sangat banyak menuju kota mekah. Mungkin itulah mengapa tahun kelahiran Nabi Muhammad Saw disebut tahun gajah. Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut adalah mencontoh lah sifat wajib yang wajib kita imani dari sifat Nabi dan Rosul yaitu sidiq artinya jujur, Amanah dapat dipercaya, Fatonah cerdas dan pandai, Tabliq artinya menyampaikan. Di sifat yang ke empat belum kita bahas ya sahabat yang sholeh dan sholeha. Penting sekali kita menyampaikan apa yang Allah perintah di dunia ini yaitu berdakwah meski hanya satu ayat.

Kita perlu mengamalkan dan mendakwahkan kepada keluarga dan sesama kaum muslimin. Agar yang belum faham mengenai islam yang kaffah ini tersampaikan. Dalam Hadis dijelaskan tidak akan putus amal seseorang kecuali tiga perkara yaitu shodaqoh jariyah, amal yang bermanfaat dan anak sholeh dan sholeha yang mendo’akan kedua orang tuanya umi dan abi.

Dalam riwayat nya Nabi juga melarang kaum muslimin untuk berperang di bulan yang di haram kan Nabi. Semoga kita senantiasa mengamalkan apa yang dituntukan di dalam Al-Qur’an dan Hadis. Pesan tersirat dari ulama yang beberapa hari kemarin meninggalkan dunia ketika sedang berhaji di tanah suci mekah.

Jika engkau melihat seekor semut terpeles dan jatuh, maka angkat dan tolonglah barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa mengganggu jalan nya kaum muslimin maka singkirkan lah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkan jalanmu menuju surga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya maka ambil dan susulkan ia dengan induknya semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluarga mu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia barangkali itu menjadi sebab kelapangan rizekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang menguasai banyak ilmu maka ajarkanlah alif ba ta kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah mu yang tak akan terputus pahala nya meski engkau berada di alam kubur.

Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali maka tahanlah lisan dan tanganmu dari menyakiti sesama makhluk hidup, setidaknya itu akan menjadi sedekah untuk dirimu.

Oke, cerita ini bersambung ya teman-teman.