oleh:  Siti Nurbadriyah

Bismillah, mari mulai sekarang lupakan covid tanpa hilang kewaspadaan. Dari pada focus covid, lebih baik fokus menyambut Ramadhan yang bentar lagi tiba, dan syiarnya telah tertutup oleh berita si covid.

Mari bertekad untuk tetap menjadikan Ramadhan ini istimewa bahkan harus menjadi lebih istimewa dari Ramadhan – Ramadhan sebelumnya. Bisa jadi kita sedang dihukum Allah karena sudah membiarkan masjid – masjid kita sepi selama ini, kita kurang memakmurkan masjid, sehingga akhirnya masjid kali ini hanya layak disinggahi para malaikat yang sentiasa taat dan tunduk berdzikir dalam rumah Allah. Ya, mungkin saat ini kita memang tak layak lagi berdiam di masjid. Bisa jadi karena banyak lalai dan dosa, maka Allah menghukum kita, menahan kita dirumah sendiri agar kita menyadari kesalahan kita dan bersegera memohon ampunan-Nya

Untuk itu mari berlomba mencari ridho Allah dengan menunjukan kepadaNya bahwa kita sangat menyesali dosa kita selama ini, mari tunjukkan kepadaNya bahwa kita memohon ampun dan taubatan nasuha, agar Allah menurunkan kasih sayangnya dan segera mencabut kembali si covid, “wahai covid, tugasmu untuk memberi peringatan kepada manusia sudah usai….”

Ayuk, mari saling mengingat dan menguatkan. Mari tunjukkan penyesalan dengan menyambut Ramadhan tahun ini dengan suka cita dan penuh semangat

1. Ibadah harus lebih banyak dan khusyu’.
– Tilawah atau tadarus Al Quran (mandiri atau bersama keluarga)
– dhuha jangan lewatkan
– sholat 5 waktu selalu berjamaah
– qiyamul lail berjamaah
– al masurat berjamaah
– sholat lebih khusyu’

2. isi waktu lebih produktif
– menambah kebaikan dengan membaca buku bermanfaat
– mendengarkan tausiah online, belajar bisnis online atau nonton film yang mendidik dan penuh hikmah bersama keluarga
– bercengkerama dengan keluarga

3. Sahur bersama keluarga
Bukan hanya keberkahan sahur yang kita dapat, tapi jalinan sakinah mawaddah warahma akan begitu terasa saat sahur bersama

4. Berbuka bersama keluarga
Alhamdulillah Ramadhan kali ini kita tidak disibukkan untuk ngabuburit, atau hunting makanan jelang berbuka, kita malah bisa masak bersama dan justru mendapatkan moment terbaik untuk berdoa bersama saat sebelum berbuka.

5. Sholat tarawih bersama
Saatnya sang pemimpin keluarga (suami) menambah hafalan agar sholat terasa lebih nikmat dan khusyu’. Buat jadwal kultum, bukan hanya abi dan umi yang bertugas, tapi kakak dan adik juga harus siap mendapat giliran kultum. Ini pasti seruu…

6. Agendakan olahraga ringan tiap. hari bersama keluarga.

Mari tunjukkan kesungguhan kita melaksanakan perintahNya, bersuka cita dan semangat menyambut seruan-Nya. Bukan tidak mungkin Allah tersenyum melihat kita saat kita bersungguh – bersungguh berusaha taat kepada-Nya. Sehingga Allah memerintahkan kepada makhluknya si covid, “Covid kembalilah, tugasmu di dunia telah usai. “