Oleh : Ummu Ridwan

Dua hari ini umat Islam menjalani bulan yang agung yaitu Ramadhan yang selalu dinanti-nantikan. Banyak kesempatan ditawarkan di bulan Ramadhan yang kurang dipahami kaum muslim. Mengapa kadang masih terasa hambar?

Karena Ramadhan Allah jadikan sebagai bulan penuh keberkahan. Di bulan ini selalu menjadi kebiasaan umat Islam menyambutnya penuh dengan kegembiraan. Dijalankannya perintah Allah yang namanya puasa di bulan Ramadhan seperti dalam firman Allah. “Yaa ayyuhalladzina aamanu kutiba ‘alaikumushiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” QS.Al-Baqarah 183.

Kebanyakan orang Islam dalam menyambut bulan Ramadhan dengan semangat tadarrus di musholla dan di masjid-masjid dengan menggunakan pengeras. Mungkin Ramadhan kali ini tidak pakai pengeras. Jadi cukup membaca di rumah-rumah karena pemerintah mengatur begitu.

Allah memilih bulan Ramadhan sebagai bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Ini terdapat di firman Allah surat Al-Baqarah ayat 185. Yang mana kebanyakan selama ini hanya di baca sepintas berulang-ulang tanpa mengetahui artinya. Memang membaca saja sudah mendapat pahala. Apalagi mengetahui arti per-ayatnya yang berjumlah 6.666 ayat itu akan lebih paham untuk menerapkan di setiap kehidupan.

Ini akan menjadikan taqwa bagi individu-individunya. Terlebih dimulai dari para wanita yang harus dijalani dalam kehidupan sehari-hari harus berhijab syar’i itu ada dalam surat al-Ahzab 59. Dalam bermuamalah juga harus berpedoman pada Al-Qur’an yaitu tidak menggunakan sistim riba. Jadi di dalam setiap perbuatan selalu menggunakan atas dasar Ridha Allah. Bukan seperti saat ini yang kita pakai hukum buatan manusia.

Ramadhan dan ibadah di bulan Ramadhan Allah jadikan sebagai kafarat (penebus) dosa. Abu Hurairah Ra menuturkan, Rasul SAW bersabda :”Shalat yang lima waktu, satu Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi penebus(kafarah) dosa yang dilakukan di antara keduanya selama dia menjauhi dosa-dosa besar” HR Muslim no.552 dan Ahmad).

Untuk sukses meraih kebaikan Lailatul Qadar maka yang harus dilakukan adalah memperbanyak ibadah dan taqrrub di malam Lailatul Qadar. Seperti Rasul SAW bersabda : “Dan siapa yang menegakkan qiyamul lail pada malam Lailatul Qadar dengan landasan iman dan semata mengharap Ridha Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (HR al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Hibban).

Semua amalan di bulan Ramadhan merupakan bagian dari meraih kesuksesan untuk merealisasikan hikmah puasa yaitu menjadi insan yang bertaqwa seperti bunyi surat Al-Baqarah ayat 183 di atas agar dengan puasa Allah mempersiapkan umat untuk bertaqwa yaitu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Ketaqwaan ini diperintahkan oleh Allah untuk direalisasikan dalam tingkatan ketaqwaan individu. Dengan taqwanya individu akan mewujudkan ketaqwaan dalam masyarakat. Yang terakhir ketaqwaan ini harus diwujudkan oleh negara dengan menerapkan syari’ah Khilafah oleh seorang Khalifah ini baru bisa dikatakan meraih Ramadhan yang sukses.
Wallahu A’lam bishawab