Oleh : Umi Rizkyi (Komunitas Setajam Pena)

Sejak hampir 2 bulan terakhir ini kita semuanya yang tinggal di Indonesia, oleh pemerintah disuruh di rumah saja. Tidak boleh keluar rumah tanpa ada kepentingan. Dengan kata lain, boleh pergi kalau ada kepentingan yang mendadak, mendesak dan tidak boleh di tunda. Misalnya keluar rumah untuk membeli bahan pokok, makanan. Pergi ke rumah sakit karena sakit yang berat (jantung, liver, kencing manis dan lain-lain).

Wabah pandemik corona semakin hari semakin masif. Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini telah nampak jelas, dari berbagai sektor baik dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi dan politik.

Sungguh aneh, pemerintah sampai saat ini tanpa mengindahkan peringatan lock down karena berbagai pertimbangan yang terkesan mengada-ada. Kenapa RI ini tidak belajar dari kasus yang menimpa Itali dan Amerika?

Hanya sedikit respon yang diambil oleh pemerintah pusat saat ini, yaitu merumahkan seluruh siswa di negeri ini untuk sementara saja. Begitu juga karyawan baik PNS maupun swasta demi memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Ujian nasional ditiadakan dan kegiatan belajar mengajar, bagi yang memungkinkan diadakan secara online. Namun sebagian besar siswa +62 mengartikan dengan liburan. Sehingga banyak waktu yang digunakan dengan hal-hal yang tidak berguna. Misal rebahan dan sekedar nyantai.

Banyak dari kita yang lalai akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Sesuai sabda Rasulullah Saw yang artinya ” Ada dua nikmat yang banyak manusia tidak bisa memanfaatkan dengan baik, yaitu nikmat sehat dan waktu luang ” HR Bukhari.

Di sini ada 5 tip agar produktif meski di rumah saja!

Pertama, berlatih ilmu baru. Kita bisa belajar ilmu-ilmu baru yang tidak bisa kita dapatkan di sekolah. Misal, ilmu desain grafis, animasi, video editing, ngaji dan banyak lagi yang bisa kita eksplorasi.

Ke dua, olahraga di rumah. Tidak menutup kemungkinan kita bisa berolahraga di rumah. Walau kita tidak lagi di lapangan luas (bermain bola). Tapi kita bisa olahraga di rumah, misal senam, pilates, olahraga ritmik sekalipun di ruang yang kecil.

Ke tiga, di rumah merupakan waktu yang tepat untuk merekatkan kembali hubungan keluarga. Di mana pada hari biasa, sangat jarang ketemu karena kesibukan masing-masing. Kini ” dipaksa ” untuk senantiasa dir rumah saja.

Keempat, mengkaji Islam di rumah. Semakin canggih teknologi di abad 21 ini memungkinkan kita untuk tetap bisa mengkaji Islam dengan guru dan teman-teman dengan aplikasi yang tersedia. Bagi yang belum pernah mengkaji, kini saatnya kita mengkaji Islam lebih mendalam.

Kelima, daqwah di dunia digital. Inilah pentingnya kita memiliki aset daqwah yang disediakan berbagai macam aplikasi yang ada misalnya Youtube, Facebook, Instagram, tweeter, telegrm dan lain-lain. Walaupun di rumah, kita tetap bisa menyampaikan ilmu-ilmu Islam yang kita miliki. Tidak terbatas waktunya. Dn dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya. Di satu sisi, kita harus menjaga dan memelihara diri dari wabah virus corona. Di sisi lain, maka kita semakin menggebu-gebu dan semangat manfaatkan wasilah dan cara baru untuk tetap daqwah, bagaimanapun keadaannya. Termasuk di saat seperti ini, wabah virus corona yang merebak ke penjuru dunia.