Oleh: Nurul Aini

Masyaallah alhamdulillah hari ini bahagia rasanya bisa berteman dengan orang-orang solihah. Sedikit tidak percikan kesolihannya bisa aku dapatkan. Apalagi dengan sahabatku yang satu ini namanya Rizki Apriani. Orangnya baik hati, tidak sombong, dan tau saja cara buat sahabatnya bahagia. Kebetulan saya satu angktan dengannya lulusan tahun 2018 di Universitas Islam Negri Mataram. Kita juga satu organisasi di BMI ( Back To Muslim Identity) saat masih kuliah dulu. Dengan seringnya bertemu, kajian bersama, ngekos pun bersama hanya saja kami beda kelas. Kala futur selalu mengingatkan apalagi dengan nasihatnya yang super tangguh, masyaallah. Ketika ada waktu disela-sela kesibukanpun aku sellu menyempatkan diri menjenguknya. Ya maklum lah terlalu sibuk dengan dunia kerja tapi gak sampai melipaknnya kok.
Berkomunikasi lewat telpon pun sering kami lakukan hanya sekedar melepas rindu atau sharing-sharing tentang islam, rencana mau lanjut kiah apalagi kalau udah bahas masalah jodoh berabe deh jadinya.

***

” Ukhti Aini kapan mau kerumah?” kata ukhti Rizki.

“Insyaallah kalau ada kesempatanatan pasti saya kerumah ukh.”

“Iya ukh segera datang ya, karna aku mau ngasih sesuatu sama anti,” Ucapnya sambil tersenyum.

“Masyaallah, apa itu ukh? jangan suka buat penasaran,” Ucapku dengan penasaran.

“Ada deh, rahasi dong biar spacial.”

“Anti bisa aja buat hati saudarinya bahagia, ” Kataku memujinya.

“Heeee…. semoga anti suka ukh, jangan lihat dari barangnya ya, tapi lihat dari ktulusanku memberikannya,” Ucapnya sambil tersenyum.

“Iya ukhtiku shalihah, sebelumnya jazakillah ya.”

” Waiyyaki ukhtiku solihah.”

***

Selesai berbincang dengannya lewat telpon, masyaallah bahagianya hati ini, mau mengungkapkan lewat kata-kata pun serasa tak mampu. Tapi sangat bersyukur bisa mengenalnya, bahkan bisa jadi sahabatnya. Karnanya ku banyak mendapat pelajaran hidup.

Nah sahabat solihah ingat ya carilah teman yang mampu membuatmu semakin taat terhadap Tuhanmu, jangan pernah melepaskannya, karena ibarat mencari sahabat yang solihah itu bagaikan mencari jarum di lautan. Sangat sulit mendapatkannya. Dan bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata,

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]

Dan juga ketika kita ingin melihat dirikita maka lihatlah dengan siapa kita berteman. Untuk itu yuk kita berteman dengan orang yang solih, namun bukan berarti yang tidak solih kita abaikan ya marilah saling merangkul menuju sebuah perbaikan hakiki dalam ikatan ukhwah islamiah.

Ana uhibukum fillah sahabat solihah

(Lombok, 26 April 2020)