Oleh: Mega ( Hamba Allah)

Bulan yang mulia yang dinantikan kaum muslimin telah hadir kembali. Banyak di antara saudara kita yang sebelumnya senantiasa bersama-sama menjalankan ibadah dibulan yang mulia ini namun ditahun ini tak bisa untuk menunaikannya dan bahkan di tahun ini menjadi tahun pertama kita menjalankan ibadah tak seperti di tahun-tahun sebelumnya akibat sebuah titipan indah yang Allah berikan untuk kita semua untuk lebih memperbaiki diri dengan lebih baik atau mungkin ramadhan kali ini akan menjadi momentum terakhir untuk kita menjalankan ibadah di bulan ramadhan ini seyogyanya marilah kita untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik – baiknya.

Dengan mensyukuri karunia kesehatan, keimanan dan segala rezeki yang dilimpahkan kepada kita dengannyalah Allah limpahkan karunia untuk kita jadikanlah momentum ramadhan kita dengan meraih keutamaan yang mulia, dimana ramadhan dikenal sebagai syahrut taubah. Disebut sebagai syahrut taubah karena ramadhan memang momentum untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan perintahNya, kembali pada aturan yang telah ditetapkan-Nya.

Hendaknya momentum ramadhan menjadi titik tolak taubat kolektif atas kemaksiatan mengabaikan hukum Allah. Dari adanya bencana demi bencana Allah tetapkan berlaku di seluruh penjuru dunia hingga kita di Indonesia Sudah tiba masanya bagi kita semua untuk bertaubat dengan Taubatan Nasuhan (taubat yang semurni-murninya), khususnya di dalam menjadikan Islam sebagai satu-satunya aturan dalam kehidupan pribadi maupun kolektif.

Ramadhan merupakan bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah ta’aala. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan ini, maka Allah ta’aala akan mengampuni segenap dosanya sehingga ia diumpamakan bagai berada di saat hari ia dilahirkan ibunya. Setiap bayi yang baru lahir dalam ajaran Islam dipandang sebagai suci, murni tanpa dosa

Sebagaimana dalam sebuah hadist Bersabda Rasululah shollallahu ’alaih wa sallam, “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya.” (HR Ahmad 1596).

Manfaatkanlah kesempatan emas ini untuk bertaubat. Sebab tidak ada seorang pun di antara manusia yang bebas dari dosa dan kesalahan. Setiap hari ada saja dosa dan kesalahan yang dikerjakan, baik sadar maupun tidak. Alangkah baiknya di bulan pengampunan ini, kita semua berburu ampunan Allah ta’aala. Dengan FirmannNya,“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133).

Ibadah puasa Ramadhan ditujukan untuk membentuk muttaqin (orang bertaqwa). Sedangkan di antara karakter orang bertaqwa ialah sibuk bersegera memburu ampunan Allah ta’aala dan surga seluas langit dan bumi. Bersegera melakukan ibadah wajib maupun sunnah meski aktivitas hanya dilakukan dirumah karena Pandemi Covid-19 masih membuat banyak orang merasa khawatir, menjaga kesehatan baik jasmani maupun rohani.

Dengan menjadikan diri sebagai hamba-hamba yang taat kepada Allah SWT akan mampu mewujudkan insan dan bangsa yang taat pada syariat-Nya dengan menjalan seluruh aktivitas kehidupan dengan aturan yang telah ditetapkannya sebagiamana yang terdapat dalam sumber hukum yakni Al-Qur’an dan As-Sunah.

Kehidupan yang terwujud saat ini sudah sangat jauh tuntunan aturan-Nya, di mana manusia hanya mengambil ketetapan hukum pada sebagian hukum saja seolah memilah hukum-hukum Allah tanpa diterapkan secara kaffah. Terlebih di masa wabah pandemi global saat ini penanganannya tidak diterapkan secara menyeluruh dengan aturan Allah sebagaimana yang terdapat dalam QS An-Nisaa’: 65 bahwasanaya yang artinya: “Demi Rabbmu, sekali-kali mereka tidaklah beriman, sampai mereka menjadikanmu -Muhammad- sebagai hakim/pemutus perkara dalam segala permasalahan yang diperselisihkan diantara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa sempit di dalam diri mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya”.

Maka hendaknya kita untuk menanamkan keyakinan bahwa taubat dan taat melaksanakan syaraiatnya secara kaffah akan mengahantarkan kita pada solusi problem dunia dan membawa obat bagi pandemi covid-19. Dengan Ketaatan yang sempurna pula akan mampu menghantarkan pada terwujudnya tegaknya mahkota ummat yakni daulah khilafah Islam dengan menjalankan seluruh aspek kehidupan dengan aturan yang telah ditetapkan-Nya sampai nantinya Allah menurunkan pertolongan-Nya untuk menyerakan terwujudnya perisai ummat. Wallaahu a’lam bi ash-shawab[]