Oleh: Lelly Hapsari

 

Jika lisanmu hanya ingin menyalahkan agamaku, kau salah!
Jika goresan penamu hanya untuk menyudutkan saudara seaqidahku kau sangat keliru!
Perbaiki cara berfikirmu, sehatkan akal fikiranmu

Bagaiman bisa kau anggap kami adalah perusak dan pembunuh? Sedangkan islamku datang dari sang penyeru kebenaran, yang Maha baik dan benar

Belajarlah syariat hingga kau benar benar taat
Telitilah apa yang sudah kau ucap!

Kebodohan yang sangar tersebar menjadi fitnah berantai,

Sudah begitu hebatnya kah dirimu hingga ingin memberangus islamku?
Kau siapa?
Hanya setitik nila yang kau aduk hingga sebelanga…

Jika kau bisa menjamin hidupmu akan berabad tahun lamanya, bolehlah kau jumawa
Tapi sekali lagi siapa kau ini?
Mengaku baju yang sama tapi lain aqidah, hancurkan arti toleransi yang sesungguhnya. Tapi mengapa justru kau hancurkan hati kami
Kau kebiri kecintaan terhadap firman Illahi..lalu siapa yang dianggap sesat? Kau atau kami?
Siapa yang sesungguhnya tidak bertanggung jawab

Jangan kau gulirkan ketakutan yang tidak beralasan “islam phobia” apalagi ini? Islamku rahmatan lilalamin, menjunjung tinggi kemanusiaan juga budi pekerti, bukan seperti suara suara fitnah itu yang sangat keji

Kalian hanya para cecunguk kapitalis dalam topeng oligarki!