Oleh: Alvi Rusyda
(Revowriter Padang)

Puasa Ramadan hukumnya wajib. Mengajarkan anak puasa, perlu dilakukan sejak dini. Ketika besar nanti tidak canggung lagi melaksanakan puasa. Disini perlunya pendampingan, dan keteladanan dari orang tua membersamai sang buah hati.

Kali ini aku ingin memberikan sepenggal pengalaman saat Kecil dulu. Kata Ibu, dulu aku belajar puasa umur 4- 5 tahun, menjelang masuk SD ( zamanku tidak ada TK).

Jika ayah dan ibu melaksanakan puasa sunnah, kadang ikut-ikutan juga, walau baru siap makan, ya namanya bocah, suka meniru orang dewasa. Ayah dan ibu memaklumi, sambil memberi pengertian puasa, dengan bahasa yang dipahami.

Aku belajar puasa ramadan dengan keinginan sendiri, dan kakak sepupu samping rumah,juga berpuasa. Hari pertama puasa setengah Hari. Memang banyak bolong daripada full. Ayah tidak memaksa. kelas ll SD baru belajar puasa full satu bulan penuh.

Diantara pengalaman menggelikan, Hari pertama puasa, aku tidur siap sahur, sampai jam 10 pagi. awalnya ayah membiarkan, dan menasehati, tidak boleh bangun kesiangan, nanti puasanya tidak sah.

Pernah juga ketika orang tidak ada di rumah, aku makan. Lupa kalau puasa. Pas sedang makan, kepergok sama Ibu, “Vi, kok gak puasa ya” kata ibu senyum senyum.

“Oh, Iya bu, aku lupa, tapi nasinya sudah habis”, jawabku tanpa bersalah.

“Kalau lupa, masih sah puasanya, besok tidak boleh makan lagi ya. Tahan dulu,sampai berbuka, ingat, Walau ibu dan ayah tidak melihatmu, tapi Allah Maha Melihat nak”, jawab ibu sambil menyiapkan menu berbuka.

Aku mengiyakan, dan berjanji,untuk menjaga puasa hari selanjutnya.

***

Biasanya pertanyaan anak yang dihadapi ketika belajar puaasa. ” masih Lama buka lagi bunda?”

“Aku Haus dan lapar nih”

“Setengah hari saja ya mi”

Banyak lagi keluhan anak yang didengar oleh orang tua. Lantas apakah orang tua menuruti kehendak anak, dengan membolehkan membatalkan puasa, padahal Ia masih sanggup, dan waktu menahan tinggal sebentar lagi.

Orang tua yang paham pasti kreatif dan tegas, dalam mendampingi buah hatinya puasa. Sangat penting mengajarkan ketaatan pada syariat sejak dini, sehingga sudah dewasa, terbiasa dan tidak berat lagi.
Ibarat pepatah minang:
” Dari ketek taraja, lah gadang tabawo-bawo atau tabiaso.
Artinya, sejak kecil anak belajar, sudah besar menjadi terbiasa.

Atau pepatah lain, “Pohon masih kecil bengkok masih bisa diluruskan dengan perlahan, jika sudah besar akan susah, bahkan bisa patah. Maksudnya masa kecillah masa membentuk watak, karakter anak, jika ingin menjadi anak yang baik. Kalau sudah besar, akan susah membentuk watak dan kepribadian Islam, karena sudah banyak pengaruh, dan butuh waktu lama.
Semua butuh proses, ilmu dan dan kesabaran. Lelah memang, Yakinlah tidak lama orang tua membersamai anak. Jika anak sudah dewasa, pasti rindu dengan masa kecil. Ibuku pun pernah bilang, ” Anak sudah besar, tidak ada lagi yang rewel, jadi rindu masa kalian kecil”. Waktu memang tidak bisa diputar lagi. Namun hikmah pasti selalu ada.

Inilah beberapa tips bagi orang tua yang mendampingi anak latihan puasa:

1.Menanamkan Akidah Islam sejak dini.

Islam memerintahkan untuk melatih anak taat syariat sejak dini, termasuk berpuasa. Kelak sudah baligh mereka paham dengan syariat dan siap istiqamah menjalankannya. Tentu peran orang tua yang akan memperhatikan tumbuh kembang anak, dan pemahaman agamanya. Kenalkan dengan Pencipta,makhluk, dan syariat. Tentu penyampaiannya dengan gaya anak-anak. Misal: membacakan buku cerita, menceritakan kisah-kisah Islami, menonton film Islami, ajak anak melihat ciptaan Allah, dan ajarkan bersyukur.

2. Lingkungan religius

Selama anak berpuasa, jaga interaksi anak-anak. Jangan sampai tergoda oleh temannya yang tidak berpuasa. Beri pengertian supaya mau bersabar menahan berbuka.

3. Lakukan aktivitas kreatif

Orang tua dan keluarga, bisa mendampingi anak, dengan melakukan berbagai kegiatan. Apalagi sejak wabah covid 19, anak belajar di rumah. Tentu untuk menghilangkan kebosanan, mengalihkan perhatiannya yang minta makan, bisa lakukan membuat prakarya sederhana, yel-yel, menonton film islami, masak bareng, atau jalan jalan sore menjelang berbuka, dll.

4. Penuhi asupan gizi anak dan istirahat

Saat sahur,harus makan makanan bergizi, untuk menambah stamina.
Kemudian, tidur siang, dan kurangi aktivitas menguras tenaga.

5. Ajarkan ananda untuk melakukan kebaikan lainya, seperti: bersedekah, tilawah, membantu orang lain, berakhlak mulia sejak dini

6. Beri Apresiasi kepada Ananda jika berhasil melakukan kebaikan.

Untuk menambah semangat, ananda dalam beribadah, beri apresiasi atau pujian. Berupa moril atau materil. Tidak perlu mahal, yang penting ada. Misal moril, mengacungkan jempol dan mengatakan ” masya Allah, anak bunda hebat hari ini, full puasanya”, atau peluk dan cium. Insya Allah anak akan senang.
Apresiasi materil, sesuai kondisi saja, misal; masak makanan kesukaan, belikan buku gambar, dll. Tentu para orang tua lebih tahu dari saya.

Itulah beberapa tips mengajarkan buah hati berpuasa. Islam adalah agama yang mudah dijalani. Jika kita mengajarkan anak-anak sejak dini maka Islam akan semakin dicintai. Syariat bukan untuk memberatkan tetapi justru memudahkan jalan hidup manusia. Wallahu a’lam bishawab.[]