Oleh: Ummu Adam
(Member of Revowriter Riyadh)

Ramadan adalah momen terindah bagi seluruh umat muslim, semakin banyak waktu untuk mendekatkan diri pada Allah dan rasulnya. Dengan meningkatkan ibadah sebanyak mungkin demi limpahan pahala yang Allah janjikan. Momen ini juga sebagai pendekatan diri pada junjungan kita Nabi Muhammad saw dengan membaca siroh beserta kisah-kisah yang selalu menjadi ibroh bagi kita untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik. Inilah salah satu kisah yang membuat kita semakin sayang dengan beliau.

Suatu hari Rasulullah SAW sedang berjalan masuk ke dalam masjid. Tiba tiba beliau SAW terhenti saat mendengar doa seorang lelaki Badui yang tak dikenal.

Doa yang ia panjatkan begitu memukau Nabi SAW. Kita tahu bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dekat dengan Allah SWT. Beliau sangat paham bagaimana dalamnya hubungan seseorang kepada Allah dari cara dia berdoa dan memohon kepada Allah.

Rasulullah SAW kemudian meminta seseorang untuk menunggui sang Badui hingga selesai dan memintanya untuk memberi tahu Rasulullah SAW jika sang Badui sudah selesai.

Seusai berdoa, Rasulullah SAW kembali kepadanya. Beliau SAW bertanya tentang siapa dia dan dari mana dia berasal. “Aku hanya seorang pria dari Bani Amr” jawab sang Badui. Lalu Rasulullah SAW memberinya hadiah dan berkata kepadanya:

“Apakah Engkau tahu mengapa aku memberimu hadiah ini?”

Sang Badui berkata, “Mungkin karena kita ada hubungan kerabat?”

Rasulullah SAW pun menjawab, “bukan, tapi karena indahnya pujianmu kepada Allah”

Doa seperti apakah yang ia panjatkan?

‎يا من لا تراه العيون، ولا تخالطه الظنون، ولا يصفه الواصفون، ولا تغيره الحوادث، ولا يخشى الدوائر، يعلم مثاقيل الجبال، ومكاييل البحار، وعدد قطر الأمطار، وعدد ورق الأشجار، وعدد ما أظلم عليه الليل وأشرق عليه النهار، ولا تواري منه سماء سماء، ولا أرض أرضاً، ولا بحر ما في قعره، ولا جبل ما في وعره، اجعل خير عمري آخره، وخير عملي خواتيمه، وخير أيامي يوم ألقاك فيه

Oh, Dia yang tidak terlihat oleh mata pun tidak dapat tercampur dengan keraguan,
Dia yang tidak dapat digambarkan oleh siapa pun yang menggambarkan pun tidak dapat diubah oleh peristiwa apa pun,
Dia yang tidak ada takut terhadap penindas,
Dia tahu bobotnya gunung-gunung,
Dia tahu ukuran air di lautan,
Dia tahu jumlah rintikan hujan,
Dia tahu jumlah daun di pepohonan,
Dia tahu apa pun yang terselubung dalam kegelapan malam dan terangnya siang,
Bagi-Nya tak ada yang tersembunyi di langit ataupun di bumi, di dalamnya lautan ataupun di atas kerasnya gunung.
Jadikan yang terbaik dalam hidupku sebagai akhirnya
Jadikan yang terbaik dari perbuatanku sebagai perbuatan terakhirku
Jadikan hari terbaikku adalah hari aku bertemu dengan-Mu

Kita bisa melihat bagaimana sang Badui memuji Allah. Semua elemen alam ia sebutkan. Dia telah membawa seluruh ciptaan Allah ke dalam doanya. Bahkan dia tidak meminta kepada Allah setelah begitu banyak memuji kecuali tiga hal.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa pujian kepada Allah tidak pernah ada batasnya. Semakin dilebih-lebihkan semakin bagus. Saat berdoa puji, puji dan pujilah Allah.

Rasulullah SAW sendiri telah menunjukkan bahwa beliau SAW sangat menghargai hubungan tulus seseorang dengan Allah. Jika kita tidak mampu memanggil Allah dengan panggilan yang paling sempurna, minimal kita memanggil-Nya karena mengetahui betapa Maha sempurna Dia SWT dan Maha Mampu Dia SWT. Tidak harus menjadi penyair untuk memanggil Allah dengan pujian yang indah.

Sungguh engkau akan terkejut betapa puitisnya dirimu ketika engkau berdoa kepada Allah dengan penuh kepasrahan dan tulus.
Ramadan dengan semua keberkahannya.
Jangan sia siakan malam malamnya.
Kesempatan emas bermunajat sebanyak banyaknya.
Untuk hajat di dunia maupun mohon ampunan dosa.

Selamat menikmati bermunajat dengan Rabb-mu!
Wallahu a’lam bishawab.[]

Riyadh, 30 April 2020