Karya: Warjianah

Belum tuntas mengangani korban PHK kini muncul masalah baru. Wabah kelaparan muncul disaat wabah covid-19 melanda, Direktur Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFD) David Beasley, bahkan menyebutkan 265 juta penduduk dunia terancam kelaparan sebagai dampak dari pandemi virus corona.

Beberapa negara dalam menangani kasus Kelaparan ini mengambil tindakan penundaan ekspor demi mencukupi kebutuhan pangan di dalam negeri seperti, Vietnam, Rusia, Thailand. Berbeda halnya negara Indonesia tindakan pemerintah terkesan meragukan kesiapannya, “Kementan mengawasi pasokan dan stok pangan dengan ketat. Masyarakat mohon agar tenang dan tidak perlu resah. Pasokan dan stoknya ada. Hitungan kami hingga Agustus 2020 masih cukup”. Kata Syahrul
Namun kenyataannya ada komoditas yang terpaksa import karena produksi dalam negeri belum mencukupi, seperti bawang putih, daging sapi, dan gula (18/4/20).

Terlihat sekali bahwa kedaulatan pangan di Indonesia sangat lemah akibat lalainya mewujudkan. Kasus kelaparan masih belum tertangani sebelum wabah pandemi, setidaknya ada 22 juta jiwa rakyat Indonesia menderita kelaparan kronis. Dalam keadaan normal saja, pemerintah masih abai dalam menjamin produksi, distrubusi serta konsumsi, apalagi dalam kondisi pandemi.

Bukti gagalnya sistem kapitalisme menangani persoalan rakyat, seharusnya menyadarkan rakyat bahkan butuh sistem baru yang bisa memberikan kesejahteraan manusia baik saat terjadi wabah maupun tanpa wabah. Tentunya sistem Khilafah yang mampu menanganinya, sebab sistem ini telah diterapkan Rasullah SAW sampai kurung waktu 13 Abad bahkan memimpin 2/3 dunia.