Oleh : Nita Savitri
(Member of Revowriter)

Suatu produk agar diminati atau laku dijual di pasar pasti memperhatikan point satu ini, ya kemasan. Karena pandangan pertama terhadap suatu hal yang menarik atau tidak, tergantung dari kemasannya. Jika kemasan amburadul, sepet dilihat mana mau orang tertarik membeli atau bahkan sekedar mencoba rasanya. Sebaliknya bila rapi dan menarik kemasan, orang pun tidak ragu untuk mencoba, karena mengira isinya sebagus kemasannya. Walau kadang diluar ekspektasi.

Demikian pula halnya dengan tulisan. Rangkaian kalimat yang dikemas secara menarik, akan menggoda pembaca untuk menyelesaikan sampai akhir tulisan. Walau mungkin yang menulis bukan orang yang dikenal. Berbeda dengan tulisan yang acak kadut bin semrawut rangkaian kalimatnya tentu membuat orang malas membaca, menengok pun tidak. Maafkan, jika yang sahabat baca sekarang termasuk yang demikian.

Sehingga kemasan menentukan nilai jual. Apakah isi tidak berpengaruh? Pasti juga mempengaruhi, tidak mungkin orang makan bungkus/kemasan. Ya, isi/kontennya turut juga menentukan. Hanya saja faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah kemasan.

Keberadaan wanita dalam Islam, sangat dijaga dan dimuliakan. Pengaturannya lengkap meliputi tata cara menutup aurat (kemasan), sampai perbuatan yang berakhlaq mulia dan penuh ketaatan. Menjaga diri dengan menutup aurat, menggunakan kerudung dan jilbab merupakan pandangan pertama bahwa wanita dipandang sebagai seorang muslimah. Maka inilah penjagaan sempurna wanita dalam Islam. Anggota tubuh yang menjadi aurat ( haram dilihat oleh non-mahram) wajib ditutup sempurna tanpa alasan. Teringat hadits Rasulullah tentang wanita penghuni surga.

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shahabiyah yang dikenal bernama Su’airah ini berasal dari Habsyah (Ethiopia). Diberi ujian penyakit ayan yang bisa kambuh kapan saja. Dia memilih bersabar dengan penyakitnya dan meminta Rasulullah agar berdoa untuk terjaga auratnya di kala kambuh penyakitnya.

Kemasan indah bagi muslimah. Adanya kerudung mengulur sampai ke dada, jilbab berupa baju lurus seperti terowongan yang menjuntai sampai ke bawah menutup kaki. Menjadikan muslimah terlindung dari pandangan yang menggoda.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuan, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian mereka lebih mudah dikenal dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS: al-Ahdzab ayat 59).

Dan tentang kerudung dalam QA.An-Nur : 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”

Adanya bulan Ramadan, banyak para wanita berubah kemasan. Menjadi syar’i dalam berpenampilan. Semoga bukan hanya untuk menghormati bulan suci, tapi timbul dari kesadaran diri yang paham arti perlindungan dan ketaatan bagi muslimah.

Berbahagialah muslimah yang memperhatikan isi dan kemasan yang dimilikinya hanya berlandaskan syariat Islam. Terjaga lahirnya dan dijanjikan surga dengan ketaatannya.