Oleh : Lisa Satryana
(Aktivis Muslimah, Co Kepenulisan Cahpter Kampus)

Eropa dan Amerika merupakan wilayah dengan korban Covid-19 terbanyak saat ini. Keadidayaan mereka seketika jatuh akibat serangan mahluk kecil bernama coronavirus. Lalu, bagaimana upaya mereka dalam menghadapi pandemi ini ? Akankah posisi mereka sebagai negara-negara superior masih mampu untuk dipertahankan?

Ilusi Sejahtera Di Negara Oligarki
Memang, kemampuan AS dalam bidang kesehatan sangat diakui, AS memiliki sejumlah rumah sakit terbaik di dunia, yang banyak dituju oleh konglomerat mancanegara. Berbagai tekhnologi maju kedokteran digunakan disana. AS juga sangat maju dibidang penelitian ilmiah kedokteran dan memiliki peluang meraih nobel penghargaan di bidang kedokteran tanpa pesaing, pernyataan ini disampaikan langsung oleh media massa Al-Jazeera dalam wawancaranya bersama pakar Administrasi Amerika Serikat, Mahmud Al-Minshawi. Namun, melihat kondisi saat ini berbeda ketika AS mencoba menangani sebuah pandemi global.

Pada tanggal 6 april, situs web Guardian Inggris menerbitkan sebuah artikel yang berjudul, “Coronavirus Mengungkap Betapa Hancurnya Ekonomi Amerika”, dalam situs tersebut merinci berbagai kegagalan yang parah dari sistem perawatan kesehatan dan sistem ekonomi Amerika Serikat yang telah menyebabkan negara itu tidak siap untuk menghadapi pandemi coronavirus secara efektif. Disebutkan bahwa di Amerika, sebuah negara yang dikategorikan sebagai “negara maju” oleh komunitas internasional, hanya ada 2,9 tempat tidur rumah sakit untuk setiap 1000 orang, dan lebih sedikit daripada di Turkmenistan, Mongolia, dan Libya. Amerika Serikat juga menduduki peringkat ke-69 dari 182 negara menurut WHO.

Kondisi kurangnya tempat tidur rumah sakit yang besar ini memaksa para dokter diseluruh negeri untuk memberikan perawatan yang berjatah dalam situasi Covid-19, dengan meningkatnya jumlah kematian yang sebenarnya dapat dicegah, menurut artikel Guardian. Selain itu Amerika Serikat juga memiliki angka kematian Ibu yang lebih tinggi daripada Iran; harapan hidup yang lebih rendah saat lahir ketika dibandingkan dari pada Chili; dan skor ketimpangan yang lebih tinggi dari pada Mali dan Yaman
Artikel tersebut menyatakan bahwa sistem Amerika Serikat adalah sistem yang tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam istilah “negara maju” dan juga dengan adanya Covid-19 justru menunjukan celah dalam kampanye pemasaran yang sangat sukses mengenai status AS yang dianggap sebagai negara maju. Memang buruknya penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kesehatan di AS dan rendahnya ketersediaan jumlah ventilator yang diperlukan selama pandemi ini.

Matinya Fungsi Negara
Fakta bahwa negara kapitalis ini telah membiarkan penyediaaan perawatan medis bagi penduduknya untuk diatur dan dioperasikan terutama oleh sektor swasta dan berada dibawah model asuransi kesehatan. Kegagalan AS dalam menangani coronavirus tidaklah muncul dari masalah minimnya dana dan kapasitas, tetapi muncul karena permasalahan pendistribusian dana-dana secara khusus, serta buruknya pengurusan masyarakat yang bersandar pada Ideologi Kapitalisme secara umum.

Karena perusahaan-perusahaan asuransi dan farmasi telah mengambil keuntungan atas dana pemerintahan dan penduduk. Ia pun tidak memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan karena tujuannya hanyalah mengumpulkan pundi-pundi uang dengan hanya memberikan pelayanan kesehatan terendah bagi mereka yang memiliki asuransi. Dengan porsi yang begitu besar atas dana tersebut, ia memiliki kesempatan untuk melipatgandakan hartanya melalui perjudian dalam bursa saham. Tanpa memperhatikan lagi tanggung jawabnya negara dalam pengelolaan dan tidak memedulikan apapun kecuali menimbun keuntungannya. Akibatnya, investasi pemerintah dalam perawatan kesehatan masyarakat menjadi buruk dan melemparkannya kepada kekuatan pasar.

Kegagalan Tragis AS dalam menangani dan mensolusi pandemi coronavirus ini adalah bukti kongkret atas kegagalan kapitalisme, baik sistemnya maupun langkah solutifnya. Meskipun disisi lain dilihat dari kapasitas fisiknya yang mumpuni, tapi ia begitu lemah selemah-lemahnya dalam menghadapi wabah Covid-19. Memang, diseluruh dunia, sistem-sistem yang ada tengah menjerit dibawah tekanan pandemi ini. Kondisi ini telah diperingatkan akan terjadi oleh para ahli, tetapi pemerintahan dunia gagal mempersiapkan diri, termasuk banyak negara lain yang disebut ‘maju’ seperti Inggris yang gagal mengatasi pandemi dalam latihan National Health Service.

Negara-negara kapitalis telah berulang kali membuktikan bahwa mereka tidak benar-benar tulus. Bahkan penyediaan perawatan kesehatan yang berkualitas dibawah banyak negara kapitalis dipandang sebagai kemewahan (bagi yang mampu membayar) bukan malah dipandang sebagai hak dasar setiap warga negara kaya ataupun miskin. Negara-negara kapitalis yang disebut maju ini lalai dalam menyediakan layanan perawatan kesehatan gratis yang didanai dengan baik, dilengkapi fasilitas dan perawatan dengan baik, serta dikelola dengan baik, dan juga tidak adanya antisipasi dan kesiapan jika terjadi krisis kesehatan masyarakat.
Pada saat yang sama mereka juga menghabiskan miliaran untuk melakukan bail out kepada bank-bank serta meningkatkan ekonomi mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapitalisme adalah sistem yang memprioritaskan penciptaan kekayaaan untuk beberapa elit diatas kesejahteraan masyarakat mereka sendiri, kapitalisme juga tidak memberikan nilai pada kehidupan manusia, mereka dipaksa untuk hidup didalam sistem yang menjerat. Karena mereka didorong berpartisipasi memenuhi berbagai hajat hidupnya, meski asalnya hak mereka dan tanggungjawab negara.

Keniscayaan Dii Bawah Naungan Khilafah
Bila ditelaah secara mendalam dan menyeluruh kesengsaraan ini adalah keniscayaan dari penerapan sistem kehidupan sekularisme yang cacat sejak lahir. Khususnya sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalismenya. Karena kapitalisme memilki pandangan yang melahirkan konsep merusak fungsi asli negara sebagai pelayanan dan pelindung rakyat Jadi, jelaslah ini bukan persoalan teknis atau mis manajemen, akan tetapi persoalan mendasar, ideologis serius karena berujung pada matinya fungsi negara. Yang niscaya terjadi pada sistem politik demokrasi-kapitalisme. Sudah terlalu lama kita mengabaikan kegagalan sistem kapitalis yang telah merendahkan lebih banyak orang menjadi tunawisma, penahan, kamp-kamp pengungsi, dan hutang permanen.

Berbeda dengan sistem yang akan memprioritaskan kebutuhan dasar rakyat diatas pembangunan yang superfisial. Sistem Islam yang memiliki peraturan yang tepat dan benar dimana sistem ini melarang adanya privatisasi dan pembatasan pengelolaan urusan masyarakat hanya ditangan Khalifah. Khilafah adalah sistem politik yang didesain oleh Allah untuk penerapan syari’at Islam secara Kaffah. Tidak satupun aturan, konsep dan gagasan dibawah naungan Khilafah kecuali terpancar dari Aqidah Islam, yang bersumber dari wahyu yqbg termaktub dalam telaga kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah dan apa yang ditujukan keduanya berupa ijma sahabat dan qiyas.

Dan juga Khilafah sebagai sistem pemerintahannya adalah sistem yang benar-benar tulus melayani umat manusia. Khilafah memandang penyediaan perawatan kesehatan gratis yang berkualitas tinggi merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus sepenuhnya didanai oleh kas negara. Sudut pandang inilah yang menjadikan khilafah pemimpin dunia dalam keunggulan rumah sakit dan dikagumi oleh negara-negara akan kualitas perawatan kesehatan gratis yang diberikan kepada rakyatnya. Rumah sakit dalam sistem khilafah selalu siap melayani seluruh warga negara, kaya maupun miskin, baik yang kuat maupun yang lemah, rakyat biasa maupun bangsawan, tanpa meminta sedikitpun pembayaran, semata-mata demi menjalankan perintah Allah, sang maha pemberi. Selain itu, sistem perawatan kesehatan Khilafah secara alamiah akan lebih unggul serta terjangkau bagi masyarakat, tidak akan hanya berpusat di ibu kota atau kota-kota besar yang hanya memenuhi kebutuhan para elit. Karena di dalam Islam, kehidupan manusia tidak memiliki label harga, melainkan dipandang tak ternilai; dan menyelamatkan satu orang sama besarnya menyelamatkan seluruh umat manusia.
Khilafah, Fungsinya yang Shahih

Tinta Emas sejarah peradaban Islam membuktikan pada dunia bahwa Khilafah adalah satu-satunya model pemerintahan berkarakter penyejahtera siapan hingga seluruh alam. Masya Allah dan ini berlangsung selama puluhan abad dengan wilayah kekuasaannya yang membentang hampir didua pertiga dunia. Seperti yang di ungkapkan oleh Muhammad T L.S Hanafi dalam bukunya Muslim and Scientist. Medicine. Hal 295-303) pelayanan Sistem Khilafah dalam bidang Kesehatan yaitu ada banyak rumah sakit yang begitu megah hingga berkapasitas 8000 tempat tidur. Nyaman lagi memadai dalam kelengkapan medis dan non medis. Tersebar dari pusat kota hingga kepelosok negeri. Sampai-sampai rumah sakit berjalan diangkut oleh 40 ekor unta yang dilengkapi para dokter dan peralatan kedokteran serta obat-obatan untuk pelayanan terbaik. Bersamaan dengan itu pelayanan yang diberikan dilingkupi dimensi sosial kemanusiaan sangat tinggi, gratis berkualitas terbaik . Hingga untuk yang berpura-pura sakit, sebagaimana dipaparkan oleh pakar sejarah kenamaan Khalil Syahin Azh-Zhahiri saat berkunjung kesalah satu rumah sakit di Damaskus tahun 831 H/1427 M yang di ceritakan dalam buku berjudul “Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia” oleh As-Sirjani.R . Hal yang sama juga dijelaskan sejarawan berkebangsaan Amerika W. Durant pada bukunya yang berjudul “The Age Of Faith” tentang pelayanan dirumah sakit Al Manshuri (683 H/1284 M) di Kairo, “Pengobatan diberikan secara gratis bagi pria dan wanita, kaya dan miskin, budak dan merdeka; dan sejumlah uang diberikan pada setiap pasien yang sudah bisa pulang, agar tidak perlu segera bekerja….”.

Karena itu relasi pemerintah terhadap rakyatnya yang didasarkan pada 2 fungsi penting negara, Yaitu raa’in (pengurus urusan rakyat) termasuk pengurusan hajat hidup publik sesuai tuntunan syari’ah dan Junnah (pelindung sekaligus sebagai pembebas manusia dari berbagai bentuk dan agenda penjajahan. Pemerintah akan menerapkan Syari’ah Islam yang mengatur kemaslahatan rakyat dengan amanah. Pemerintah sendiri yang akan secara langsung menjadi pengelola hajat hidup publik. Sebagaimana Perintah Allah dalam firman-Nya :
“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” (QS. Al-Maidah:32)

Dan hadits Rasulullah, menyatakan :
“Sesorang Imam adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan dimintai pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu’alam bishowab