Oleh : Lilik Yani

Semua orang pasti menginginkan selamat di dunia hingga ke akherat. Jika ditunjukkan pusaka yang bisa menyelamatkan mereka, adakah mereka mau mengambilnya?

*********

Sungguh, tak seorangpun yang menginginkan hidupnya sengsara, apalagi sampai celaka. Maka tidak heran jika banyak orang mencari jalan-jalan keselamatan. Masalahnya, jalan selamat seperti apa yang mereka ambil?

Apakah hanya selamat di dunia saja? Tinggal di rumah mewah terbuat dari beton agar tidak tertimpa angin puting beliung atau tahan goncangan gempa. Naik mobil mewah dengan bahan yang kuat, hingga jika terjadi tabrakan atau tertimpa pohon tumbang tidak akan rusak, dan pengendara selamat.

Ada juga yang mencari jalan selamat dengan pergi ke orang pintar atau paranormal. Mereka diberi kekebalan agar terhindar dari gangguan musuh atau orang jahat yang bermaksud jelek padanya. Atau diberi kekebalan agar tidak mati walau diracun. Mereka menganggap orang pintar itu sebagai benteng pertahanan yang dipercaya membentengi tubuhnya dari segala gangguan fisik maupun sihir.

Ada lagi yang meminta perlindungan pada si “juru selamat” yang dianggap Tuhan. Hingga mereka berduyun-duyun minta pertolongan padanya. Mereka lupa kalau yang dianggap juru selamat itu juga manusia.

Saudara muslimku, kalian tahu bahwa Allah yang menciptakan kita sebagai hamba-Nya. Allah tidak mungkin menyia-nyiakan apalagi menganiaya hamba-Nya. Allah pasti sudah menyiapkan sarana yang menjadi penyelamat kita.

Allah menurunkan al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril. Agar Rasulullah menyampaikan ayat-ayat penyelamat itu kepada seluruh umat manusia.

Allah juga menurunkan Rasulullah saw sebagai suri teladan. Agar umat manusia tidak bingung di dalam menerapkan ayat-ayat al-Quran tersebut. Karena Allah sangat tahu bahwa manusia yang lemah dan banyak mengeluh ini, pasti akan kebingungan jika tidak ada teladan. Maka kita tinggal mengikuti saja semua syariat yang dicontohkan Rasulullah saw.

Hingga ketika Rasulullah saw sebelum wafat berwasiat untuk umat yang dicintainya, yaitu
“Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua pusaka. Jika kamu berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Yaitu al-Qur’an dan sunnahku.” (HR. Tirmidzi)

Secara tersirat, hadist di atas menunjukkan bahwa apabila kita selalu berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah Rasul, maka kita akan selamat, baik di dunia maupun di akherat kelak.

Sayangnya, kebanyakan umat muslim meninggalkan pusaka tersebut. Mereka tidak mau membacanya, mempelajarinya, memahami isinya, apalagi mengamalkannya. Seakan mereka tidak percaya kalau al-Qur’an bisa jadi juru selamat. Sehingga mereka sibuk mencari dan mendatangi juru-juru selamat yang lain. Yang dikhawatirkan bisa menjerumuskan kepada kesyirikan yang sangat dibenci Allah.

Saudaraku, kalau Rasulullah saw sudah berwasiat demikian, masihkah kalian tidak percaya kalau al-Qur’an bisa menyelamatkan kalian? Marilah kita segera bertaubat, dari perbuatan yang dikhawatirkan mendatangkan kebencian dari Allah. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.

Saudara muslimku, mari kita ikuti saja ajaran Rasulullah saw. Beliau hanya menjalankan apa yang diperintahkan Allah swt. Semua yang beliau lakukan atas petunjuk wahyu dari Allah al-Khaliq al-Mudabbir. Kewajiban kita adalah tunduk patuh, menjalankan aktivitas kehidupan ini sesuai syariat Allah. Yaitu dua pusaka yang diwasiatkan Rasulullah tersebut.

Mari kita jadikan dua pusaka itu sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Dalam urusan apapun juga, kita sandarkan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. InsyaaAllah kita akan mendapat keselamatan selama hidup di dunia ini hingga akherat kelak.
Wallahu a’lam bisshawab.