Oleh : Isturia

Sahabat Muslimah
Alhamdulillah kita sudah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, tepatnya yang ke 23. Masih puasakan? Rajin sholat tarawih juga kan? Sudah berapa juz al-Qur’an yang dibaca? Tambah Berapa surat hafalannya? Sudah Istiqomah menutup auratnya? Sholat lima waktu tidak bolong ya? Tiap hari bantu orangtuakan? Masihkah semangat menuntut ilmu agama via online ataupun offline? Adakah target yang belum tercapai? Masih ada waktu loh menambah amal sholihnya.

Ramadhan tidak lepas dari malam Lailatul Qadar. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam mulia, penuh berkah dan keutamaan. Sebagaimana difirmankan Allah SWT.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Al-Qadr: 1-3). Artinya setiap amal perbuatan di malam Lailatul Qadar lebih baik daripada amalan seribu bulan yang dikerjakan di bulan lainnya. Seribu bulan itu sekitar 83 tahun. Sungguh bahagia dan nikmat sekali jika Ramadhan yang kita lewati, kita bisa beribadah di malam itu. Hanya saja malam itu menjadi rahasia dan hanya Allah SWT yang tahu keberadaannya.

Diriwayatkan dari Aisyah ra yang berkata: Rasulullah saw. bersabda: Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadan (HR Bukhari, Muslim)

Sahabat Muslimah
Ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan disepuluh malam terakhir bulan Ramadhan tepatnya di malam-malam ganjil diantaranya:

  1. I’tikaf
    Berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
  2. Melakukan sholat malam pada malam Lailatul Qadar. Dari Abu Hurairah ra, nabi bersabda,
    “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)
  3. Berdo’a
    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,  “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNI (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih)
  4. Menghidupkan malam-malam yang ada dengan memperbanyak membaca Alqur’an dan berdzikir.
    Dari ‘Aisah ia berkata
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).
    Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam Ramadhan mendekati ujungnya. Pergi meninggalkan kita. Dan kitapun tak tahu akankah tahun depan bertemu lagi atau tidak. Ramadhan akan pergi, Syawal insyaallah menyapa diri.
    “Berpuasalah kalian jika melihat hilal (bulan sabit), dan berbukalah (beriedul Fitri lah) kalian jika melihat hilal. Dan jika hilal itu tertutup debu dari (penglihatan) kalian, maka sempurnakanlah (genapkanlah) bilangan bulan Sya’ban itu 30 hari.”
    (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
  5. Berdasarkan hadits di atas. Seorang muslim hendaknya berpuasa ataupun berbuka ketika melihat hilal. Jadi penentuan awal dan akhir Ramadhan dengan melihat hilal. Di dunia ini bulan hanya satu. Jika terlihat hilal di suatu tempat atau wilayah negara lain maka muslim tersebut wajib berbuka. Karena perbedaan waktu di dunia ini paling lama 12 jam.
    Sahabat muslimah
    Mari berbenah diri. Mengoptimalkan waktu, taat pada Illahi Rabbi. Sebelum ruh lepas dari diri. Dan mumpung raga masih tegak berdiri. Ramadhan sebentar lagi pergi. Takkan ada lagi lipatan pahala di luar Ramadhan ini. Tidakkah kita akan rugi. Membiarkannya lewat, tanpa ada tambahan nilai.