Oleh: Siti Komariah

Konda, Sulawesi Tenggara

Pelarungan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia
Belum lama ini publik kembali digegerkan dengan vidio berdurasi 29 detik yang memperlihatkan detik-detik pelarungan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang di buang di laut somalia oleh kapal China dengan nama kapal Luqing yuan yu 623. Pasalnya ABK asal Indonesia mengalami siksaan dan akhirnya dibuang ke laut.
Bahkan, ABK asal Indonesia diduga bukan hanya mengalami siksaan tetapi juga mengalami perbudakan sekaligus penganiayaan dengan barang-barang keras. Mereka hanya diberikan 3 jam tidur, makan seadanya dan minum air laut.
Sungguh nahas, kasus pelarungan ABK ini membuktikan adanya fakta perbudakan modern yang menimpan rakyat Indonesia akibat tidak adanya perlindungan negara terhadap hak-hak warga yang bekerja di negara luar atau Asing. Mengingat pula kasus-kasus kekerasan bukan hanya kali ini saja.
Hal ini jelas menimbulkan kegaduhan publik dan banyak memberikan kecaman mereka. Namun ketika berbagai kecaman publik, mulai dari Nasional hingga Internasional akibat tindakan tersebut merupakan sikap yang tidak manusiawi terhadap para pekerja, pemerintah justru menunjukkan pembelaan mereka kepada asing(China).
Inilah tabiat rezim kapitalisme yang selalunya mengorbankan rakyatnya demi kepentingan mereka sendiri. Mereka melakukan segala cara demi menjaga kemesraan mereka kepada Asing, termasud mencari berbagai dalih untuk melindungi asing dari berbagai kesalahannya.
Berbeda dengan Islam, yang selalu menjaga dan melindungi rakyatnya. Penguasa (khalifah) benar-benar mengoptimalkan tenaga dan pikirannya demi rakyatnya. Tidak membiarkan satu nyawa pun hilang akibat perbudakan ataupun yang lainnya.
Negara (khalifah) menjami kebutuhan rakyatnya per individu masyarakatnya. Tiada yang luput dari pandangannya, bahkan mereka non muslim pun. Memampukan setiap kepala keluarga untuk bekerja memenuhi kebutuhan rakyatnya, menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Bahkan, jika rakyat harus bekerja di luar negeri atau bekerja kepada Asing, maka khalifah menjamin hak-hak mereka dengan baik.