Oleh : Dia Dwi Arista (Aktivis Muslimah Pasuruan)

Prostitusi menjadi bisnis yang menguntungkan bagi sebagian orang, didukung dengan kemudahan alat teknologi, penawaran jasa prostitusi bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Apalagi dengan adanya Pandemi Covid-19, hampir semua lapisan masyarakat tidak asing dengan jaringan internet.

Digerebeknya sebuah hotel di kawasan Tangerang baru-baru ini yang melibatkan pemilik hotel yang berprofesi sebagai Bintang Film dan Model menambah daftar panjang prostutusi online. Mirisnya anak dibawah umur yang menjadi penjaja seks komersial ini, ketika digerebek polisi Metro Jaya mendapati 15 orang anak berkisar 14-18 tahun didalam kamar-kamar hotel tersebut. Dari pengakuan RT setempat kebanyakan anak-anak tersebut tidak mengetahui jika mereka dipekerjakan sebagai pemuas seks. (tribunnews.com 21/3/21).

Bisnis prostitusi online yang melibatkan anak sering terjadi, pada akhir tahun 2020 KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mencatat 149 kasus prostutusi anak terjadi. Yang lebih mencengangkan data dari KPPAD (Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah) Kalimantan Barat mencatat 500 anak terjerat kasus jaringan prostitusi online sepanjang 2020 dan 95% nya adalah anak di bawah umur dengan rentang usia SMP-SMA (news.okezone.com 21/12/20).

Menjamurnya kasus prostitusi online sebenarnya dipengaruhi beberapa alasan, kehidupan yang serba sekuler dan liberal memberikan kebebasan yang jauh dari agama. Adanya pandemi yang mengharuskan siswa memakai HP untuk proses belajar menjadikan mereka mencari cara mudah untuk mendapatkan HP dan kuota. Kemiskinan sistemik dan gaya hidup hedonis juga menjadi sebab anak-anak tergerus dalam jaringan prostitusi. Tak hanya itu, pergaulan yang salah pun menambah kasus prostitusi anak.

Prostitusi online anak meski sering terbongkar namun kasus tidak semakin surut, karena kepentingan bisnis dan kebutuhan yang selalu menjadi tolok ukur. Pemerintah pun seperti macan kehilangan taring jika berhadapan dengan bisnis prostitusi yang kian hari kian marak, dari atas hingga level terendah. Hukum negeri ini belum mampu menuntaskan permasalahan yang terus meresahkan ini.

Pun dengan program-program pemerintah terkait dengan kesejahteraan anak, mulai dari ratifikasi MDGs, SDGs, CEDAW yang berhubungan dengan kesejahteraan anak dan perempuan belum mampu menyumbang penurunan angka kekerasan terhadap anak. Data kekerasan baik fisik dan non-fisik terus meningkat setiap tahunnya.

Cara Islam Melindungi Anak dari Prostitusi

Islam ketika diterapkan dalam sistem negara Khilafah, akan membuat mekanisme yang mampu mencegah dan memberantas bisnis prostitusi secara sistemik.

Dimulai dengan pertama, membangun ketakwaan individu. Individu dalam masyarakat akan dibangun ketakwaannya dari semenjak kecil, pengasuhan dari orangtua yang mendidik anak dengan konsep tauhid, juga kurikulum pendidikan yang mereka dapatkan disekolah akan menjadikan anak mempunyai kepribadian Islam dan Pemikiran Islam. Dengan ditanamkannya nilai-nilai Islam sejak dini anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa.

Kedua, kontrol masyarakat yang memilliki pemikiran islami, dengan adanya dakwah yang terjadi dalam masyarakat akan mampu memberi nasehat kepada orang-orang yang masuk kedalam kemaksiatan. Masyarakat pun ikut pro-aktif dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi bisnis prostitusi disekitarnya, dengan cara menasehati dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

Ketiga, adanya pengawasan dan perlindungan dari negara. Negara akan memastikan jika individu rakyat juga masyarakat melaksanakan tugasnya di lingkungan. Dengan menciptakan pendidikan yang menghasilkan pribadi beriman dan bertakwa, menjamin kesejahteraan rakyat agar tidak ada yang menjadi pelaku usaha bisnis prostitusi, menjalankan sistem sosial dalam masalah pergaulan, juga mengatur tayangan media agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tentu juga harus ramah anak.

Namun, ketika masih terjadi pelanggaran adanya prostitusi, maka pelaku, baik mucikari atau pelaku prostitusi dan pelanggannya akan dikenai sanksi takzir. Dengan hukuman cambuk dan pengasingan bagi yang belum menikah, dan rajam bagi yang sudah menikah. Tentu sanksi akan diberlakukan ditengah khalayak umum agar bisa menjadi pelajaran hingga tidak ada yang akan mengikuti jejak mereka.

Demikianlah ketika Islam diterapkan dalam sistem Khilafah, akan mampu melindungi generasi dari ancaman prostitusi. Allahu a’lam.