Islam Mengatasi Gelapnya Kejahatan Dunia Digital


Oleh: Marvha Mirandha (Aktivis Mahasiswi)

Zaman serba maju, itulah barangkali gambaran yang tepat dalam era kehidupan kita saat ini. Kehidupan dibangun sedemikian rupa dengan adanya teknologi yang canggih. Segala hal menuntut serba cepat dan penggunaan teknologi digital seolah terhindarkan.

Namun dibalik majunya teknologi dalam kehidupan kita tentu ada resiko yang harus diteri, seperti halnya merajalelanya cyber crime. Baru baru ini rakyat Indonesia pun mengalaminya. Baru baru ini diduga telah terjadi kebocoran data 279 juta warga negara Indonesia. Hal ini tentu sangat meresahkan mengingat kebocoran data pribadi bisa saja berkonten sensitif dan dapat menimbulkan kejahatan jika jatuh ke pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. (Kompas.com, 21/05/21)

Karna bocornya data pribadi ini salah satu pihak yang dinilai bertanggung jawab adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), bahkan sudah ada pihak yang mengajukan gugatan atasnya. Namun menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate, tanggung jawab ini seharusnya adalah kewenangan BSSN. (Kontan.co.id, 23/06/20)

Lantas bagaimanakah seharusnya?. Tentu saja kasus kebocoran data bukanlah hal yang sepele. Banyak hal yang dapat menimbulkan kejahatan jika digunakan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab, karenanya negara haruslah menjadi benteng dan tameng yang mampu melindungi data rakyatnya.

Maka meski negara sudah mengupayakan pembentukan lembaga baru yang independen, ada hal yang harusnya lebih diperhatikan yakni butuh perubahan berupa cara pandang negara dalam melindungi data setiap rakyat.

Maka negera dalam sistem islam akan berupaya mengatasi masalah ini dengan beberapa cara. Pertama adalah upaya preventif yakni negara akan hadir di tengah tengah ummat untuk mengedukasi mengenai muamalat yang dibolehkan maupun tidak dapat dimasifkan oleh negara dengan menggunakan  media. Dengan begitu diharapkan akan tumbuh pemahaman dan kesadaran ummat untuk terus berlaku taat bahkan dalam kehidupan dunia maya.

Selanjutnya negera dalam sistem islam akan senantiasa mengupayan pembaharuan dan peningkatan kekuata guna mencegah kebocoran data dengan cara terus berinovasi. Maka tak dapat dipungkiri ini memerlukan visi politik yang jelas dan sesuai dengan syariat Allah.

Dengan diterapkannya syariat Allah negara akan menjadi kuat juga alan terus berusaha berkapasitas menjadi yang terbaik dalam segala bidang termasuk didalamnya keunggulan di bidang tekhnologi. Maka kejahatan peretasan dalam gelapnya dunia cyber akan dapat dihindari jika negara menjadi tameng yang kuat bagi rakyatnya dengan terus berpegang pada syariat Allah. Hal ini karna negara dalam sistem islam akan benar benar menjadi ra’in yang memberikan perlindungan dan pelayanan luar biasa pada rakyatnya. Wallahi’alam bis showwab.

Tinggalkan Balasan