Pandemi tak Kunjung Usai Akibat Solusi Tak Memadai


Oleh Khusniahummi

Penyebaran kasus covid 19 di Indonesia belum juga menampakkan kapan berakhirnya. Bukanlah berakhir, namun jenis varian baru mulai muncul berdatangan. Seperti virus corona varian india B1617 yang sudah mulai menyebar di jawa.

Keluguan pemerintah semakin terlihat ketika adanya larangan mudik lebaran bulan mei lalu, namun justeru membolehkan warga negara asing berbondong-bondong beratangan di berbagai bandara di Indonesia. Warga negara tersebut ada yang berasal dari China yaitu negara dengan ditemukannya virus covid 19 untuk pertama kalinya. Sedangkan yang lainnya adalah warga negara India dengan tingkat kematian covid 19 terbanyak di dunia dengan varian yang mematikan. Dalihnya karena mereka ada tujuan jelas datang ke Indonesia yaitu bekerja.

Ketimpangan yang terus bermunculan sejak adanya pandemi menjadikan pribumi tidak lagi respect dengan peraturan pemerintah. Imbasnya, walaupun dilarang mudik masyarakat tetap melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan mencari-cari jalan tikus. Pengunjung pariwisata pun juga tidak ada yang takut pergi berlibur, dan Ketika disuruh menunjukkan surat rapid tes mereka justeru memaki-maki petugas dengan kata kasar.

Mall dan pasar pun penuh sesak dengan kedatangan pengunjung. Seolah mereka menganggap peraturan pemerintah hanya menghalangi aktivitas mereka. Akibatnya mereka mengabaikan kerumunan, pemakaian masker dan abai dengan virus yang terus menyebar.

Adanya pelanggaran yang terus terjadi di masyarakat adalah imbas dari penerapan solusi yang kurang solutif pemerintah. Disisi lain pemerintah melarang dan membatasi gerak masyarakat dengan tujuan untuk memutus mata rantai virus yang terus menyebar, namun disisi lain pemerintah justeru melonggarkan aktitas warga negara asing yang terus berdatangan ke Indonesia.

Demikianlah ketimpangan akan terus terjadi jika pemerintah tidak pernah melakukan upaya yang fundamental yaitu melakukan pembatasan secara total. Tidak memberatkan sebelah pihak ataupun membebaskan pihak tertentu. Penerapan peraturan secara parsial hanya akan menghabiskan waktu, tenaga dan dana, selain itu juga merugikan bangsa dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Seharusnya pemerintah bisa berkaca dengan lonjakan tsunami covid 19 yang ada di India yang menimbulkan lebih banyak kerugian dibanding dengan kerjasama warga negara asing yang mengatas namakan investasi.

Indonesia hanya membutuhkan pemerintah yang amanah dan bersungguh-sungguh menjaga rakyatnya, mementingkan kebutuhan rakyatnya dari pada rakyat asing, menerapkan aturan yang tegas bukan tambal sulam maupun pilih kasih, aturan yang rakyat ridho terhadapnya. Pemimpin tersebut hanya akan ditemui dalam sistem Islam yang menerapkan syariat Islam sebagai ladasan hukum pemerintahannya. Keimanan dan takut terhadap Allah yang akan ia pertanggung jawabkan selalu ada di hatinya. Wallahualam bisshowwab.

Tinggalkan Balasan