Oleh Erdiana Ismail

Mirisnya penyakit masyarakat dipelihara secara masif terstruktur melalui berbagai macam kampanye yang dikemas secantik mungkin agar rakyat dipaksa menerima tanpa sarat.

Komunitas kaum pelangi (LGBT) tumbuh subur di negeri yang mengemban sistem kapitalis sekuler berpayungkan liberal/kebebasan dilindungi atas nama hak asasi manusia. Salah satu contohnya program Miss International Queen (MIQ).

Miss International Queen adalah kontes kecantikan terbesar dan paling prestisius wanita transgender dari seluruh dunia. Diselenggarakan setiap tahun di Kota Pattaya sejak tahun 2004. Para peserta harus ditunjuk sebagai laki-laki saat lahir dan berusia antara 18-36 tahun.

Tahun ini Indonesia di Bali terseleksi Millen Cyrus berhak mewakili Indonesia untuk berkompetisi di Thailand. Millen Cyrus seorang transgender berusia 22 tahun.(Makasar.terkini.id.com.02/10/2021).

“MILLEN Cyrus menyabet juara Miss Queen Indonesia 2021. Keponakan Ashanty ini pun senang dan terharu saat mahkota Miss Queen dipasang di kepalanya. 
(okezone.com.01/10/2021).

Kampanye LGBT semakin bebas dan kebablasan. Masyarakat pun dipaksa menerima dan semakin toleran terhadap kerusakan penyimpangan seksual. Buktinya ada warganet yang mendukung pada pemenang agar tampil pada kompetisi dunia internasional. Semakin bangga dan senang dengan status yang disandang memiliki penyakit sosial. Justru berbanding terbalik bila disejajarkan dengan hewan saja tidak mau sesama jenisnya. Manusia malah bangga bukankah ini suatu kehinaan bagi predikat manusia mulia.

Pandangan sistem kapitalisme-liberalisme, transgender adalah hal yang sah-sah saja karena dianggap tidak mengganggu orang lain. Realitasnya keberadaan mereka sangat mengganggu karena berkaitan dengan pelaksanaan hukum bagi orang lain, khususnya hukum-hukum dalam kehidupan umum.

Adapun apabila operasi kelamin dilakukan orang yang berkelamin ganda atau  hermophrodite (Khunsta) untuk memperjelas alat kelamin sejatinya sesuai dengan ciri-ciri/tanda-tanda dominan, sehingga diketahui dengan jelas status pria atau wanita maka hal demikian diperbolehkan.

Upaya mengubah jenis kelamin termasuk bagian dari upaya mengubah ciptakan Allah SWT dan hal itu dilarang keras di dalam Islam.

Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nisa ayat 119 :

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينً

Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

Ibnu Abbas R.A telah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki.

Dalam hadis ini sudah sangat jelas bahwa menyerupai lawan jenis adalah haram bahkan pelakunya dilaknat. Operasi ganti kelamin bertujuan untuk menyerupai lawan jenis, maka menjadi haram juga.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, terlaknatnya orang yang menyerupai lawan jenis disebabkan karena akan mengeluarkan sesuatu dari yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Sungguh mengerikan azab Allah berupa laknat yang menimpa suatu kaum/negeri seperti kelakuan kaum Nabi Luth dengan perbuatan liwath/homosek/bisek/gay dihujani batu hingga menjadi laut mati
(sea dead).

Bila negara tetap jinak terhadap pelaku LGBT mereka semakin beranak pinak karena perilaku ini merupakan penyakit menular, penyakit masyarakat bahkan sampah umat apabila tidak segera diberantas. Janganlah kita mengundang azab Allah atas perbuatan ini.

Sebagaimana sabda baginda Nabi Muhammad SAW :
“Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri. (HR. Alhakim, Baihaqi, thobrani).

Oleh karenanya, Islamlah satu-satunya solusi tuntas akan hal ini. Islam yang mampu mencegah (jawazir) aturan Allah/syariat berupa sanksi tegas pelaku ini dengan dibunuh/dirajam/ditakzir/dijatuhi tembok yang tinggi. Penerapan aturan Allah/syariat menjadikan efek jera (jawabir) bagi pelaku, serta takut tidak akan mengulangi perbuatan tersebut karena azab Allah amat mengerikan.

Tunggu apa lagi kita membuka hati untuk menerapkan Islam secara utuh agar perilaku LGBT tidak merajalela dan halalnya azab Allah menimpa kita.

Allah berfirman dalam Q.S al-Anfal ayat 25 :

وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاۤصَّةً ۚوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.

Maka segeralah kita menerapkan islam dangan aturan Allah yang sempurna sesuai perintah Allah :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. (Q.S. al-Baqoroh ayat 208).
Wallahu alam bi sowaf.