Oleh: Tsabita Fiddina (Mahasiswi)

Berbagai macam kejahatan internasional yang dihadapi oleh umat Islam mulai dari serangan fisik, pengusiran, penjajahan, pembunuhan, yang terjadi di Suriah, Palestina, Rohingnya, Uighur, Yaman dan negeri negeri Muslim lainnya masih terus terjadi. Termasuk di negara-negara eropa yang katanya menganut kebebasan beragama, umat Islam juga tak luput dari ancaman aksi-aksi Islamfhobia dengan tudingan radikal dan terorisme kian menguat.

Selain itu kasus pelecehan terhadap Islam dan Rasullullah SAW pun tak pernah padam baik didalam maupun luar negeri. Muhammad Kece merupakan tersangka kasus penistaan agama yang ditangkap oleh Bareskrim Polri. Ucapan Muhammad Kece di akun YouTube-nya dinilai telah menistakan agama. Kasus ini berawal ketika video YouTube Muhammad Kece viral di media sosial. Dalam video itu, Kece menistakan agama Islam dengan menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pengikut jin (news.detik.com)

Di negara Eropa, seorang kartunis swedia Lars Vilks yang telah berani menggambar Nabi Muhammad sebagai seekor anjing dan perlakuannya mendapatkan perlindungan negara. Tak kunjung meminta maaf kepada umat muslim Namun akhirnya tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Hal ini tentu makin membuka mata umat bahwa Islam dan kaum muslimin tak berdaya manakala Islam dan kaum muslimin dilecehkan bahkan untuk menuntut keadilan di negeri mayoritas Islam pun begitu sulitnya. Kasus para ulama yang dijerat hukum, masyarakat pun menyaksikan bagaimana hukum dan penegak hukum tak berprikemanusiaan. Anehnya jika sebuah kasus penistaan di lakukan oleh para Buzzer yang jelas menistakan agama Islam, maka hukum di negeri ini tak mampu menjerat mereka.

Akibat dari keburukan sistem kapitalisme sekularisme telah menghancurkan kehidupan umat muslim, hak asasi manusia (HAM) hanyalah omong kosong yang penuh diskriminasi. Akibatnya umat muslim yang menjadi korban, kemuliaan umat muslim terhinakan dengan sistem rusak saat ini, sungguh memprihatinkan nasib kaum muslim.

Ketua LBH Pelita Umat Chandera Purna Irawan, S.H., M.H. menuturkan, dalam agenda International Muslim Lawyer Conference (IMLC) ini bertujuan mencari solusi perlindungan hukum terhadap kaum muslim dan ajaran-ajaran Islam.

“Agenda pada hari ini mencari solusi bagaimana perlindungan hukum kepada kaum Muslim dan ajaran ajaran Islam dari potensi kriminalisasi dan perlindungan hukum terhadap kaum muslimin yang mengalami penjajahan dan pengusiran seperti yang terjadi di beberapa negara,” tuturnya dalam Opening Speech International Muslim Lawyer Conference, Ahad (3/10/2021) di kanal You Tube Al Waqiah TV.

IMLC menghadirkan berbagai pengacara dan pakar hukum dari berbagai negara untuk membahas masalah tersebut. Salah satu pembicara dari Indonesia H. M. Ismail Yusanto mengatakan “Islam sangat menghargai nyawa manusia. Allah mengatakan, membunuh umat manusia tanpa hak, bagai membunuh umat manusia seluruhnya. Apalagi penghargaan terhadap muslim. Saat ini nyawa manusia dianggap remeh, begitu banyak yang terbunuh, khususnya di berbagai negeri kaum muslimin. Untuk itu harus mewujudkan Islam yang menjaga jiwa tersebut. Stop berharap dengan institusi-institusi internasional saat ini yang tidak berbuat apa-apa terhadap penindasan kaum muslimin.”

Berbagai macam keterindasan yang dialami umat muslim saat ini merupakan bagian dari urusan kita sebaga seorang muslim. Sebagaimana firman Allah SWT., “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.”(TQS Al Hujurat:10).

Maksudnya setiap muslim adalah bersaudara walaupun berbeda suku dan bangsa asalkan dia muslim, berarti dia saudara seiman kita dan dalam mewujudkan keimanan yang sempurna salah satunya dengan mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits.
Dari Anas ra. Bahwa Nabi SAW. Bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”(HR Bukhari dan Muslim).

Berbagai masalah yang menimpa umat Islam hingga hari ini merupakan buah dari penerapan sistem rusak, maka dari itu diperlukannya solusi yang paripurna yakni dengan diterapkannya hukum hukum Allah secara kaffah dan keharusan adanya pelindung bagi umat Islam dengan adanya negara khilafah. Tanpa daulah Islam sebagai perisai, berbagai serangan fisik dan non fisik akan terus dihadapi dialami umat Islam. Wallahu a’lam bishawab[]