Oleh Nadia Fransiska Lutfiani ( Pegiat Literasi dan Media)

AUKUS (Australia, United Kingdom / Inggris dan United States / Amerika Serikat) adalah perjanjian keamanan trilateral sebagai upaya baru meredam pengaruh militer China di Kawasan Indo-Pasifik.

Tiga negara demokrasi maritim tersebut akan mengadakan jadwal pertemuan selama beberapa bulan mendatang untuk mengoordinasikan masalah dunia maya, teknologi canggih, dan pertahanan dalam upaya untuk lebih memenuhi tantangan keamanan modern.

Menangapi hal tersebut Dubes Perancis menyatakan untuk RI bahwa aliansi militer AUKUS tak akan membawa perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Namun, aliansi Australia-Inggris-AS itu jadi ancaman nyata bagi kawasan, termasuk ASEAN karena akan memberikan efek domino pada kedaualatan maupun perekonomian, bahkan kedepannya mungkin menyasar seluruh bidang lain dan memang sulit diprediksi dari kegiatan ini.

Kesepakatan yang diberitakan pada 15 September lalu bahwa AS dan Inggris akan membantu menguatkan dan mengadakan kapal selam bertenaga nuklir, juga kapal perang, pesawat tempur, peluru kendali, dan tentaranya di Australia.

Maka AUKUS dalam proyeknya kali ini akan bekerjasama dalambidang keamanan militer, kecerdasan buatan, teknologi kuantum dan pengawasan bawah laut dengan tujuan meningkatkan rantai pasok industri pertahanan antara angotanya.

Melihat dari tujuan dan pergerakan ini maka tidak cukup hanya mengandalkan kerjasama atau menjalin hubungan antar negara ataupun memberikan ruang leluasa atas kesepakatan ini.

Negara Adidaya Kapitalis Tidak Pernah Berhenti Menancapkan Hegemoni
Persaingan negara-negara maju atau lebih dikenal negara adikuasa selalu mampu menjadikan negara berkembang atau pembebek bertekuk lutut tidak mampu berkelit atas apa yang terjadi baik dalam perjanjian, kerjasama ataupun bantuan.

Untuk itu wajar kedaulatan negara patut dipertanyakan.
Barat dan sekutunya selalu memiliki keyakinan kuat bagaimana menancapkan kuasanya atas negara-negara lain, ini menjadi definisi negara maju bagaimana suatu negara mampu mempengaruhi negara lain.

Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka juga memiliki banyak sekali gerakan dengan fokus tujuan masing-masing, termasuk dalam hal ini tujuan utamanya adalah menguasai negari-negeri kaum muslim atas negaranya.

Virus Fikrah Melemahkan Ketahanan Umat, sebuah buku yang menjelaskan bagaimana ideologi kapitalisme bergerak sangat nyata sekali terutama dalam kasus ini. Bagaimana permainana meeka untuk mendapatkan keuntungan dan menguasai negeri-negeri muslim.

Salah satunya dengan gerakan imperialis yaitu sebuah gerakan yang menjalankan politik untuk menjajajh bangsa lain menjadikan langkahnya dengan sebuah studi yang dilakukan terhadap negeri dan bangsa timur baik dalam hal budaya, sejarah, agama, sosial ekonomi, bahkan politik. Bidang tersebut tidak lepas dari motivasi dan tujuan mereka menancapkan rencana serta ide-ide mereka menjajah negeri muslim yang potensial.

Langkah awal yang ditempuh adalah melalui sebuah rencana invansi militer atau penyerbuan ke dalam wilayah negara lain. Gerakan ini memang tidak sendiri seperti yang kita ketahui salah satunya adalah adanya gerakan zionisme bergerak melalui jalur politik dengan manuver rahasianya. Gerakan ini sangat hati-hati dan terkadang penuh kelicikan semua itu dilakukan untuk merealisasikan rencana yang telah dirancang.

Kenyataan ini sungguh tidak bisa ditepis lagi, kekuatan politik negara memang harus independen. Jika tidak negara adidaya akan dengan mudah meraup keuntungan, menguasai dengan langkah kerjasama dan kebijakan secara perlahan tidak sadar dipermainkan dengan agenda mereka.

Gerakan dengan dasar politik ini mereka tempuh karna lebih mudah untuk merealisasikan rencana di berbagai bidang dalam sebuah pemerintahan.

Politik tentu memiliki pengaruh kuat, jalan politik akan mudah menaklukan negara lain membangun kekuatan dan pengaruh. Melihat fakta ini justru ternyata persatuan bangsa-bangsa bukanlah jalan keluar, karna hanya negara-negara adikuasa yang memiliki peran.

Pemerintahan demokrasi tentu tidak akan menyadari atau menolak, karna memang demokrasi juga menjadi jalan penghubung kaum kuffar dengan Ideologinya mendesign kehidupan dengan rencana mereka.

Ideologi kapitalisme yang mereka bawa memiliki asas atau ide dasar landasan yang akan melahirkan peraturan bahwa semuanya dilihat dari untung rugi atau manfaat, semua rencana ataupun kerjasama tidak akan berlaku dalih membantu pasti ada keuntungan yang ingin diraihnya.

AUKUS yang dirancang setelah bersatunya aliansi Quad KTT terus menerus saling merebutkan proyeksi atau potensi yang bisa diambil manfaatnya dari wilayah Asia-Pasifik yang menjanjikan kekayaanya.

Negara-negara adidaya tersebut sedang berusaha saling berebut mendapatkan jatah dan menancapkan kekuatannya. Sasaran uatama mereka salah satunya potensi Laut Natuna, kawasan paling potensial di Asia –Pasifik secara geopolitik berbatasan dengan delapan negara sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mempermudah rencana mereka mengintervensi atau menguasai negara-negara lain dengan jalur tersebut.

Pertahanan dan Kedaulatan Sistem Islam

Kedaulatan negara memang sedang terancam dengan hilir mudiknya kekuatan negara adidaya menjelajahi kekayaan alam yang dimiliki. Tidak tanggung mereka juga memiliki manuver politik rahasia dalam setiap rencananya.

Sejatinya Islam juga memiliki cara pandang bagaimana mengatur dan membangun kekuatan sebuah negara dalam sistem pemerintahannya.

Tentu hal ini bukan teori namun kenyataan karna telah mempegaruhi kehidupan peradaban barat hari ini, kejayaan dan kegemilangan peradaban islam tidak lepas dari adanya peran anatar agama dan kekuasaan atau negara.

Negara berkuasa dengan cara pandang agama atau sebagaimana pencipta mengatur akan menyelamatkan kepemimpinan dan kedaulatan negara dari intervensi atau penjajahan asing. Keruntuhan kala itu menjadi pengecualian karna memang sejatinya setiap umat akan menemukan ajalnya, artinya kekuasaan pasti bergulir. Janji Allaah, Islam akan hadir kembali dan kaum muslim berkuasa diatasnya.

Cara pandang dan keyakinan ini harus tumbuh salah satunya dengan mempelajari bagaimana Islam berperan dalam konsep kehidupan, menjadi solusi praktis dan perubahan revolusioner dari keterpurukan menuju kegemilangan.

Ustazhah Fika Komara, sebagai analis geopolitik pernah menjelaskan bahwa teori-teori kekuatan dan permainan politik atau militer kaum Barat hari ini sesungguhnya didalam Islam juga tentu memiliki konsep, Islam tu ideologi bukan hanya tentang agama saja.

Dalam pandangan Islam potensi kekayaan sumber daya alam seperti Natuna misalnya, ini merupakan tanah ribath artinya sebagai aktivitas tinggal berjaga-jaga di tapal batas untuk menguatkan agama dan melindungi keamanan negara umat muslim dari rencana jahat kaum kafir.

Menjaga perbatasan negeri sangatlah penting sebagaimana kacamat politik pertahanan yang Islam terapkan berdasarkan Firman Allaah Ta’ala “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (TQS. Ali Imran : 200)

Kekuatan ini tidak lahir kecuali dalam sebuah negara yang menerapkan konsep dasar negara berdasarkan Islam yaitu Syariat Islam. Politik dalam negara islam akan terbangun independen dari penerapan hukum-hukum yang konsisten menurut syariat.

Negara dengan konsep keamanan dalam dan luar negerinya bekerjasama atas dorongan penjagaan dan tanggungjawabnya kepada umat.

Kedaulatan negara terjamin karna meletakkan kedualatan ditangan syara’ bukan ditangan rakyat.

Wallahu’alam bisshawwab