Oleh: Barozah Alfajri

Dahulu, kaum nabi luth dimurkai Allah karena perilaku mereka yang menyimpang. Allah menghinakan mereka dan mencatatnya dalam al-quran agar menjadi perhatian bagi kaum setelahnya. Namun, sayang seribu sayang, perilaku mereka kini terulang kembali. Dengan dalih kebebasan, para pelaku LG8T bebas berkeliaran dan bertingkah laku seakan apa yang mereka lakukan adalah suatu yang harus dimaklumi dan dihormati. Perilaku bebas tersebut tak lepas dari ide sekuler yang lahir dari sistem yang memisahkan agama dari kehidupan itulah sistem kapitalis Demokrasi saat ini.

Maka, tak heran beberapa waktu lalu diadakan kontes kecantikan bagi para transgender. Seperti yang diberitakan oleh Terkini.id, Millen Cyrus terpilih menjadi Miss Queen Indonesia 2021. Miss Queen Indonesia 2021 merupakan kontes kecantikan bagi para transgender yang diselenggarakan di Bali. Terpilihnya Millen Cyrus, ia kemudian berhak ikut Miss Internasional Queen 2021 di Thailand. Dilansir dari Insertlive, Millen Cyrus mendapatkan banyak cibiran atas keikutsertaannya. Komentar negatif pun dilayangkan untuk keponakan Ashanty itu. Ajang ini pun menjadi pro kontra.

Sungguh miris, keberadaan mereka justru mendapatkan perhatian dari pemerintah, terbukti mereka bisa dengan mudah mengadakan acara yang sarat dengan kampanye LG8T padahal acara besar pasti membutuhkan izin dari pemerintah. Yang tentunya acara ini akan sangat merusak serta menimbulkan murka dari sang Maha Pencipta.

Nah disinilah kita butuh peran negara yang akan melindungi masyarakat dari penyakit yang sangat berbahaya. Dan negara yang seperti ini hanya ada dalam islam. Di dalam Islam aktifitas apapun yang bertentangan dengan islam akan diberantas serta dicegah keberadaannya. Agar tidak tumbuh subur seperti jamur.

Adapun Islam memiliki beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah ini.
Pertama, negara akan senantiasa menjaga keimanan serta ketakwaan rakyatnya. Sehingga sangat bisa dimungkinkan penyimpangan-penyimpangan akan dapat dihindari dengan mudah, karena masyarakat dalam aturan islam mereka diberikan pemahaman yakni melalui pendidikan formal maupun non-formal yang difasilitasi oleh negara. Dan negara akan memastikan rakyatnya memahami islam secara utuh.

Kedua, penerapan kontrol oleh negara, disini negara bertanggung jawab mengontrol konten atau hal apapun yang menjerumus pada aktivitas LG8T, seperti video, tulisan, gambar, maupun konten lainnya. Serta informasi apapun yang beredar dimasyarakat akan benar-benar disaring sehingga tidak ada lagi informasi yang bertentangan dengan hukum syara’.

Ketiga, dari segi ekonomi. Negara akan benar-benar menjamin kebutuhan rakyatnya. Sehingga tidak akan ada lagi yang beralasan karena ekonomi. Negara akan membuka pintu lapangan pekerjaan serta ketenagakerjaan yang sesuai dengan syari’at Islam. Karena segala sesuatu harus berlandaskan halal dan haram, tidak bebas seperti dalam sistem kapitalis.

Keempat, negara akan memberlakukan sistem sanksi yang tegas. Karena memang demikian didalam Islam. Ketika ada penyimpangan terjadi maka islam memberikan sanksi yang tegas bagi para pelakunya. Sehingga bisa dipastikan akan bisa memberikan efek jera bagi pelaku dan yang lain. Selain itu sanksi dalam islam dapat pula menggugurkan dosa bagi pelaku. Sungguh indah aturan islam jika diterapkan. Para sahabat pun dulu pernah mencontohkan bagaimana mereka menindak tegas para pelaku liwath, Iman Baihaqi mengeluarkan hadis dari ‘Alî ra bahwa beliau merajam pelaku liwâth. Baihaqi juga mengeluarkan dari Abû Bakar ra bahwa beliau mengumpulkan para sahabat untuk membahas kasus homoseksual. Di antara para sahabat Rasulullah saw itu yang paling keras pendapatnya adalah ‘Alî bin Abi Thâlib ra.

Ali mengatakan, ”Liwâth adalah perbuatan dosa yang belum pernah dilakukan oleh umat manusia, kecuali satu umat (yakni umat Luth) sebagaimana yang telah kalian ketahui. Dengan demikian kami punya pendapat bahwa pelaku liwâth harus dibakar dengan api.”

Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari bapaknya dari ‘Alî bin Abi Thâlib selain dari kisah ini berkata, ”Rajam dan bakarlah dengan api.” Baihaqi mengeluarkan dari Ibnu ‘Abbâs bahwa beliau ditanya tentang had pelaku liwâth, beliau ra. berkata, ”Jatuhkanlah dari atas bangunan yang paling tinggi di suatu daerah, kemudian hujanilah dengan lemparan batu.

” Diriwayatkan dari ‘Alî ra, ”Bahwa beliau membunuh pelaku liwâth dengan pedang, kemudian membakarnya, karena demikian besar dosanya.” ‘Umar dan ‘Utsman berpendapat, ”Pelaku ditimpuki dengan benda-benda keras sampai mati.” Semua ini adalah pendapat yang menunjukkan bahwa had liwâth adalah dibunuh, walau uslub pembunuhannya berbeda-beda.

Sungguh tegas Islam menghukum perilaku menyimpang ini. Tidak takut kah kita jika azab itu datang hanya karena perilaku yang menyimpang dari segelintir orang, namun karena sistem yang tidak tegas menjadikan seluruh kaum muslim celaka? Aturan manakah yang lebih baik selain aturan Islam, bagi kaum yang beriman?

Wallahu a’lam bishowab.