Oleh: Daliyem (Penggiat Tulisan)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Ribuan korban penipuan dan penggelapan dana investasi di Kota Palembang dan daerah di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) lainnya, yang diduga dilakukan pengurus mitra koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm, meminta Polda Sumsel mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Salah seorang korban Rustam menyebut, kasus investasi DHD Farm menimbulkan banyak korban dan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. Sehingga untuk mencegah timbulnya korban dan kerugian yang lebih besar, bahkan kasus baru, perlu dilakukan pengusutan hingga tuntas.

Dia menjelaskan, pengurus mitra koperasi DHDFarm Indonesia, Palembang pada awal 2021, menawarkan kepadanya untuk berinvestasi usaha kolam ternak lele organik yang dikembangkan mereka di beberapa wilayah Sumsel. Rustam dijanjikan imbalan keuntungan sekitar 10 persen per bulan.
Untuk satu kolam ternak lele organik ditetapkan dana investasinya oleh pihak DHD Farm Indonesia, Palembang sebesar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. Melalui penjelasan panjang lebar dan meyakinkan keamanan dana investasi di DHD Farm, Rustam akhirnya pada Juni 2021, tertarik menginvestasikan dana Rp 60 juta untuk enam kolam ternak lele.

Perjalanan dana investasi awalnya lancar dan telah mendapat Rp 12 juta dana bagi hasil keuntungan ternak lele. Namun, memasuki bulan ketiga mulai mengalami kemacetan dan akhirnya timbul kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi. seperti sekarang ini.
Keuangan DHD Farm, saat ini tidak stabil dan menurun. Menurut Medi, hal itu karena diduga ada penyelewengan oleh dirut terdahulu atas nama DS dan direktur keuangan yang lama bernama Ir, sehingga membuat manajemen pusat melaporkan penyelewengan tersebut ke Polda Sumsel pada 1 Oktober 2021.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel baru menerima tiga laporan korban investasi usaha kolam ternak ikan lele yang dilakukan DHD Farm Indonesia, Palembang. Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni, mengatakan untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya telah membentuk tim khusus.
Kasus dugaan penipuan yang diperkirakan menimbulkan ribuan korban dengan kerugian ratusan miliar rupiah itu, mendapatkan atensi khusus pimpinan untuk diselesaikan dengan baik.

Sambil merenung seakan tidak percaya dengan kebodohan yang dilakukan oleh para peserta investasi kolam lele. Secara logika yang namanya keuntungan investasi tentunya bisa dibagikan jika kesepakatan usaha yang berbentuk syirkah terwujud setelah usaha tersebut berjalan dan memberikan hasil dari penjualan.

Karena memang Saat ini frame pemikiran masyarakat telah terbangun dengan sistem sekulernya yang ada akad-akad yang merupakan bagian dari ajaran Islam tidak dipelajari dan kalaupun dipelajari hanya pada universitas Islam yang mana pembelajarannya Hanya sekedar ta’lim atau transfer ilmu saja tanpa ditetapkan dalam aturan kehidupan.Dengan sistem ekonomi Islam dengan akad-akad yang jelas, dicatat, disaksikan dan juga tidak ada unsur-unsur Ribawi hingga tidak menumpukan kemudhoratan dalam bertransaksi.

Semakin sekulernya masyarakat yang mayoritas beragama muslim justru mereka hanya mengambil ajaran Islam hanya mengatur urusan ibadah saja. Sementara urusan kehidupan yang lainnya diatur dengan menggunakan aturan buatan manusia yang akhirnya menciptakan berbagai kebodohan yang selalu berulang ulang tanpa menimbulkan kebaikan sedikitpun.
Ajaran-ajaran Islam yang disampaikan oleh para ulama/ustadz dan ustazah nya hanya sebatas ibadah ritual atau permasalahan cabang belaka, sementara aturan ekonomi, pergaulan, sosial, keamanan, pendidikan, kesehatan dan politik menggunakan aturan buatan manusia.

Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji….(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 1).
Lepasnya peran negara yang memang dari sisi pemahaman sekulernya hingga menolak syariah secara kaffah dan mengambil syariah hanya dalam wilayah ibadah ritual belaka hingga tercipta rakyat yang jauh dari takwa, jauh dari cemerlang dalam hal berfikir. Hingga kita saksikan penipuan yang terjadi akibat kebodohan dalam bermuamalah hingga tidak mengerti akad-akad yang berjalan hingga akad tersebut tidak menimbulkan kerugian disalah satu pihak.

Akan banyak kekacauan lagi ketika politik Islam mereka agap sama dengan politik kapitalis yang kotor, menghalalkan segala cara dan inilah frame buruk yang diciptakan orang-orang kafir agar umat jauh dari memahami Islam yang kaffah.

Padahal didalam politik Islam adalah Riaayah su’uniln ummah ( mengurusi kepentingan umat baik diluar maupun didalam Negari). Sejauh ini mereka tidak mengerti bagaimana perjuanangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam mengurus rakyatnya dengan menggunakan syariah Islam secara Kaffah yang merupakan perintah Allah SWT.

Hanya dengan membangun pola pikir dan pola sikap yang benar sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam menjalankan segala aktivitas kehidupan didalam pemerintahan yang pernah beliau bangun di Madinah hingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi rakyat dalammemenuhinkebutuhan dasar rakyatnya dengan menggunakan syariah sebagaima yang telah Allah SWT perintahkan.

Islam hadir di dunia dan dibawa oleh Rasulullah Saw akan memberikan solusi tuntas bagi kehidupan hingga tercipta keridhoan Allah SWT yang mereka cari dapat terwujud. Nilai-nilsinkehidupan hanya mengharapkan ridho illahi dan memberikan rahmatan Lil ‘alamin.
Wallahu alam bishowab