Oleh: Febriani
(Bulukumba, Sulawesi Selatan)

Kaum LGBT menjadi perbincangan hangat setelah sepasang pasangan gay dari Jerman menjadi bintang tamu pada podcast salah satu publik figur Indonesia. Hal tersebut sontak banyak menuai pro dan kontrak khususnya di kalangan warganet. Namun, sampai hari ini tidak ada tindakan hukum apa pun terkait dengan konten podcast tersebut.

Mengenai LGBT, ditinjau dari sudut mana pun bukanlah fitrah. Justru LGBT merupakan penyimpangan fitrah manusia. Karena fitrah manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan organ reproduksi yang tidak bisa diganti dan dipertukarkan.

Belum lagi maraknya penyakit kelamin yang diakibatkan dari hubungan LGBT. Penelitian yang dilakukan Cancer Research Inggris menemukan bahwa homoseksual lebih rentan terkena penyakit kanker, terutama kanker anus akibat perilaku seks menyimpang yang mereka lakukan.

Maka pantaslah Islam mengharamkan perbuatan liwath (homoseksual) ini sebagai dosa besar. Islam sama sekali tidak mengakui keberadaan kaum LGBT, bahkan Islam mencela dengan keras perilaku LGBT. Islam pun mengharamkan kampanye atau propaganda dan orang-orang yang terlibat dalam mendukung dan menyebarkan paham LGBT.

Karena itu untuk menghentikan arus LGBT tidak cukup dengan kecaman. Harus ada kekuatan politik yang mampu melindungi umat. Kehidupan sosial yang bersih dan sesuai fitrah hanya akan tercapai dengan penerapan syariah Islam kafah.

Wallahu A’lam Bish Shawab