Oleh: Ummu Syifa

Pemkab lebih rajin menyosialisasikan informasi tentang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang di nilai setiap tahun prosedurnya selalu menyusahkan para orangtua siswa. Setelah di teliti, masalah utamanya kurang sosialisasi. Sebab, hal ini sering terjadi di setiap tahunnya, memang dari kebijakannya itu sendiri yang menjadi sumber masalahnya. Semakin banyak siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena berbagai sebab, juga akibat fasilitas sekolah yang tidak merata .

Kebijakan ini yang belum bisa memberikan solusi untuk seluruh kalangan masyarakat. Pemerintah harus memperhatikan dalam mengasosiasikan penerimaan peserta didik agar setiap siswa bisa melanjutkan sekolahnya. Pasalnya, banyak yang dirasakan para orangtua yang masih kesulitan untuk mendaftarkan anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan. Tak sedikit orangtua yang belum bisa menerima sistem PPDB secara nasional, dan disitu ada jalur-jalur yang harus di tempuh, di antaranya jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur afirmasi. Dan para orang tua merasa kebingungan dengan adanya jalur-jalur ini. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sekolah negeri itu lebih baik dan berkualitas, tapi nyatanya tidak seperti yang di bayangkan.

Sebagai orang tua biasanya akan memilah dan memilih sekolah yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi sampai detik ini, masalah minimnya sarana dan prasarana sekolah masih menjadi salah satu masalah krusial di negeri ini. Walaupun memang sarana dan prasarana sekolah bukan salah satu parameter keberhasilan pendidikan. Tapi keberadaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai akan memberikan peluang bagi seluruh rakyat untuk bisa mengakses pendidikan secara merata meskipun berada di tempat terpencil.

Pemerintah harus mempersiapkan untuk peningkatan kualitas pendidikan yang ada di negeri ini. Dinas pendidikan sangat diharapkan bisa memberikan peluang yang mudah kepada para orangtua dan para siswa terutama kemudahan PPDB dan menutup segala akses bentuk-bentuk penyalah gunaannya.

Karena itu sangat di butuhkan pembenahan yang harus dilakukan khususnya dibidang pendidikan secara mendasar. Dan pembenahan yang hakiki adalah dengan cara mengikuti aturan Islam, dalam melaksanakan kebijakan terhadap pendidikan, yang sudah terbukti dimasa dimana aturan Islam diterapkan. Sejarah telah membuktikan bahwa Islam mampu menciptakan generasi yang unggul, cerdas, tangguh, berkualitas , dan bertaqwa. Maka dari itu, kembali kepada aturan Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan adalah sebuah keharusan, agar semua kebutuhan mendasar setiap rakyat terpenuhi dan terjamin khususnya dibidang pendidikan.

Wallahu a’lam bish shawwab