Oleh: Friyanti

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Muharam, tanggal 31 bulan Juli ini tepat masuk ke tahun 1444 H. Bulan ini mengingatkan kita pada peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Di setiap pergantian tahun Islam ini, biasanya umat muslim menyambutnya dengan suka cita. Berbagai acarapun digelar seperti tabligh akbar, lomba dengan berbagai macam perlombaan, pawai obor keliling, semua itu sebagai ungkapan rasa cintanya kepada nabi Muhammad SAW.

Bicara tentang hijrah, Alhamdulillah saat ini mulai diminati oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan artis, pekerja yang berdekatan dengan riba. Gelombang hijrah untuk menjadi muslim yang lebih baik semakin banyak kita temui.

Jika melihat makna hijrahnya Rasulullah SAW, hijrahnya itu bukan sekadar hijrah tempat atau cukup hijrah menjadi baik saja, tapi hijrah dari aturan yg kufur menuju aturan Islam yang menyeluruh. Mungkin kita masih ingat pelajaran agama di sekolah, sebelum nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, banyak sekali kemaksiatan yang dilakukan, mulai dari meminum khamr, membunuh Anak bayi tanpa dosa, curang saat berjualan, dll.

Hijrahnya nabi Muhammad SAW seperti kisah lembaran baru, untuk mewujudkan persatuan umat yang kuat dalam ketaatan dan kekokohan Islam yang karenanya Islam menjadi tumbuh pesat dan menjadi muslim yang dimuliakan. Penyebaran dakwah dan Islam semakin meluas hingga ke bagian Arab bahkan ke seluruh dunia.

Karena islamlah yang terbukti mampu menggantikan aturan yang jahiliah menuju aturan yang baik, yang mengubah keyakinan cukup pada Allah SWT semata, tanpa melihat latar belakang suku, ras dan bangsa. Islam benar-benar melindungi seluruh umatnya.

Oleh karena itu, kita sepatutnya memaknai hijrah ala Nabi Muhammad SAW, yang hijrahnya sungguh-sungguh dan membawa perubahan yang hakiki, yang akan menjadi berkah dan Rahmat bagi seluruh umat. Wallahu’alam.