Oleh: Dwi Lestari

Seorang siswi kelas 10 di SMAN 1 Banguntapan mengaku dipaksa berhijab oleh guru BK di sekolah tersebut. Akibat pemaksaan itu, siswi tersebut depresi dan sampai saat ini mengurung diri. (Detik.com, 29/7/2022).

Laporan terkait dugaan pemaksaan hijab di sekolah telah sampai ke Ombudsman RI perwakilan DIY. Kepala ORI DIY Budhi Masturi menilai pemaksaan penggunaan jilbab di sekolah negeri yang bukan berbasis agama bisa masuk kategori perundungan.

Wajib Menutup Aurat

Dalam ajaran Islam berlaku kewajiban menutup aurat bagi pria dan wanita. Kewajiban menutup aurat dan tidak melihat aurat orang lain diperintahkan Nabi saw. Di antaranya berdasarkan sabda beliau:
“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya. Jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lainnya.” (HR Muslim).

Batasan aurat wanita didasarkan pada firman Allah SWT dalam TQS an Nur ayat 31 berikut:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak pada diri mereka.”

Imam ath-Thabari menyatakan, “Pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu yang biasa tampak (pada wanita) adalah muka dan telapak tangan.” (Imam Ath-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, XVIII/94)

Batasan aurat wanita juga didasarkan pada hadis Nabi saw. dari ‘Aisyah ra. bahwa Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah saw. dengan memakai pakaian yang tipis (transparan). Rasulullah saw. pun berpaling dari dia dan bersabda:
“Asma’, sungguh seorang wanita itu, jika sudah haidh (sudah balig), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangan beliau (HR Abu Dawud).

Jilbab dan Kerudung Wajib

Wanita Muslimah wajib berjilbab dan berkerudung ketika keluar dari rumah menuju kehidupan umum. Jilbab berbeda dengan kerudung (khimar).

Khimar (kerudung) adalah pakaian untuk menutup kepala hingga dada. Dalilnya QS an-Nur ayat 31 yang artinya:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Janganlah mereka menampakkan perhiadan mereka kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya.

Menurut Imam Ibnu Mandzur di dalam kitab Lisan al-‘Arab:
“Al-Khimar li al-mar’ah: an-nashif  (khimar bagi perempuan adalah an-nashif (penutup kepala)).Menurut Imam Ali ash-Shabuni,khimar (kerudung) adalah ghitha’ ar-ra’si ‘ala shudur (penutup kepala hingga mencapai dada) agar leher dan dadanya tidak tampak.

Jilbab adalah pakaian panjang, seperti abaya, untuk menutup aurat bagian bawah. Dalilnya berdasarkan firman Allah SWT QS Al Ahzab ayat 59 yang artinya:
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri kaum Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka”.

Di dalam Kamus Al-Muhith dinyatakan, jilbab itu seperti sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutup pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.  Dalam Kamus Ash-Shahhah, al-Jauhari mengatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut dengan mula’ah (baju kurung/gamis).”

Dalil dari hadist riwayat Ummu ‘Athiyyah yang berkata:
“Pada dua hari raya kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita haid dan gadis-gadis pingitan untuk menghadiri jamaah kaum Muslim dan doa mereka. Namun, wanita-wanita haid harus menjauhi tempat shalat mereka. Seorang wanita bertanya, “Wahai Rasulullah, seorang wanita di antara kami tidak memiliki jilbab (bolehkan dia keluar)?” Lalu Rasul saw. bersabda, “Hendaklah kawannya meminjamkan jilbabnya untuk dipakai wanita tersebut.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Andaikan berjilbab bagi Muslimah tidak wajib, niscaya Nabi saw. akan mengizinkan kaum Muslimah keluar dari rumah mereka tanpa perlu berjilbab.

Keteladanan Orang Tua

Anak akan taat melaksanakan perintah Alloh Swt jika diarahkan, dibina, dan dibimbing dari segala aspeknya berdasar keimanan yang lurus. Masa kanak-kanak yang merupakan masa emas jika dibangun dengan penjagaan, bimbingan, dan arahan yang baik, maka akan menjadi sosok yang kokoh kepribadian Islamnya.

Peran orang tua di dalam keluarga:
Pertama, Senantiasa menjadikan syariat Islam sebagai panduan serta solusi semua masalah kehidupan.

Kedua, memberikan contoh yang benar kepada anak-anak mengenai pengamalan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk kebisaan menutup aurat dengan sempurna.

Ketiga, dalam memberikan keteladanan sudah seharusnya orang tua satu frekuensi, memiliki penilaian yang sama, yaitu dari syariat Islam.

Keempat, orang tua harus selalu konsisten dalam memberikan keteladanan kepada anak-anaknya.

Kelima, orang tua hendaklah mengenalkan sejak dini teladan terbaik umat Islam, Rasulullah Muhammad saw., menjelaskan sosok beliau sebagai utusan Allah Swt. dan menjadi panutan, sehingga anak-anak paham bahwa apa yang dibawanya adalah ajaran Islam yang harus dilaksanakan dan diterapkan secara kafah oleh umat Islam.

Sistem kapitalis sekuler telah mempengaruhi keterikatan seorang muslim pada hukum Syariat. Generasi muslim merasa terancam haknya saat dilatih menggunakan busana muslimah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan berfungsi melatih dan menanamkan kebaikan bagi peserta didik yaitu kebaikan dengan taat syariat Alloh swt serta takut mendapat azabnya.

Wallahu a’lam bish showab.