Oleh. Asiah (Aktivis Muslimah)

Remaja sekitar Citayam dan SCDB berlenggak-lenggok ditempat umum (zebra cross) layaknya catwalk. Meskipun mengganggu, tak ayal mereka mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk mereka para artis, bahkan petinggi-petinggi negeri ini.

Mereka mendukung ajang kontes CFW para remaja ini dengan alasan bahwa para remaja ini hanya menghabiskan masa libur, setelah mereka dalam satu pekan mengerjakan tugas sekolah yang membuat stres. Mereka juga berpendapat CFW sebagai media kebebasan berekspresi para kaum muda. Dan tentu, menurut mereka ajang ini bernilai positif. Lantas, benarkah demikian?

Budaya Transnasional

Citayam Fashion Week ini, tak lepas dari para remaja yang mengaca pada Paris Fashion Week dan New York Fashion Week. Padahal, Indonesia terkenal dengan budaya Timur yang memegang teguh prinsip agama yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Sangat disayangkan, apabila potensi yang dimiliki generasi muslim dibajak oleh budaya yang datang dari budaya asing transnasional yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Barat yang mengusung kebebasan sebagai pilar ideologi kapitalisme, selalu gencar mengiklankan budaya dan pemikiran mereka ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke negeri-negeri kaum muslim. Melalui kebebasan berekspresi, Barat memberi candu pada kawula muda untuk unjuk diri. Kebebasan berekspresi inilah yang saat ini dijadikan remaja sebagai alat untuk mencari jati diri mereka.

Padahal kerusakan nyata jelas tergambar pada acara CFW, yang saat ini mengular pada daerah-daerah lain. Kebebasan berekspresi ini telah melanggar banyak hal. Mulai dari ketertiban umum, norma sosial, hingga agama.

Zebra cross yang sejatinya adalah tempat pejalan kaki untuk menyebrang, dijadikan sebagai media berlenggak-lenggok layaknya catwalk. Tak ayal, kemacetan mengular disebabkan antrean para peserta juga penonton. Hal ini, menjadi tugas tambahan bagi para polisi untuk menertibkan para remaja yang sedang putus urat malunya.

Acara tersebut juga menjadi ajang campur-baur antara laki-laki dan perempuan, yang terntu akan sangat berpotensi terjadi ikhtilat, sebagai ajang mencicipi narkoba, minuman keras dan lain-lain. Selain itu, baju yang dikenakan oleh sebagian peserta laki-laki dianggap tidak pantas. Sebab, mereka menggunakan baju serta aksesoris perempuan, seperti: sepatu hak tinggi, tas, juga riasan pada ajang ini. Padahal jelas, Nabi saw. bersabda, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari)

Pandangan Islam

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna yang mengatur urusan manusia mulai dari urusan pribadi, urusan masyarakat, sampai urusan manusia dengan Sang Pencipta. Allah menciptakan manusia bukanlah tanpa tujuan, Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku “ (TQS. Adz- Dzariyat: 56).

Ibadah adalah semua perbuatan yang di Ridai Allah, tentunya sesuai dengan perintah dan larangan-Nya. Selain itu Islam menjelaskan dalam surah Al-Qiyamah ayat 36,
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“

Jelas bahwa Allah menciptakan manusia dengan segala Aturan yang telah termaktub dalam Al-Qur’an . Manusia diciptakan Allah dengan segala kenikmatan yang telah Allah sediakan berupa kesempurnaan anggota tubuh kita, sempurna akal kita sehingga manusia bisa berpikir baik dan buruk . Yang akan membedakan dirinya dengan derajat lebih tinggi dari makhluk yang lain.

Seluruh manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang di kerjakannya dalam kehidupan dunia. Sepatutnya manusia bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dengan ketaatannya kepada aturan yang Allah tetapkan. Aturan yang saat ini ditinggalkan kaum muslimin, sehingga mencetak generasi yang jauh dari Islam, atau generasi yang galau. Untuk mencetak generasi tangguh berkepribadian Islam, perlu peran sebuah negara yang menerapkan aturan yakni kepemimpinan Islam Khil4f4h Rasyidah ala min haajinnubuwah.

Sebab, hanya syariat Islam sajalah yang mampu mengakomodasi terciptanya generasi tangguh nan cemerlang yang taat pada syariat. Allahu a’lam.