Oleh: Ummu Misyah

Pemuda adalah Agent of Change, maka sudah seharusnya berpikir panjang dengan cermat untuk menyambut peradaban dimasa akan datang dengan ilmu-ilmu mereka miliki.

Area Dukuh Atas, Jakarta Pusat (Jakpus), lokasi Citayam Fashion Week (CFW) ramai dikunjungi warga pagi ini. Sejumlah warga tampak berlenggok-lenggok di atas zebra cross yang ada di lokasi.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (31/7/2022), pukul 10.40 WIB, sejumlah warga sedang membuat konten di lokasi. Warga terlihat berhenti sejenak kala menyeberang zebra cross tersebut.

Terpantau warga yang ada di lokasi datang dari berbagai kalangan umur, dari anak-anak hingga dewasa. Kendaraan yang hendak melintasi zebra cross itu tampak harus memperlambat lajunya lantaran banyak warga yang menyeberang.

Apa sih CFW ? Dengan kepanjangan Citayam Fashion Week ini merupakan istilah yang diberikan warganet kepada sekelompok remaja dari daerah Citayam (Depok), Bojonggede (Bogor), Tangerang dan Bekasi, yang sekadar nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Dimana citayam fashion week banyak di ramai oleh anak anak remaja dari kawasan pinggiran itu nongkrong di kawasan dukuh atas umumnya, khususnya di kawasan terowongan Kendal.

Namun hal ini di dukung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga
menggelar rapat bersama Wakil Presiden Bank Investasi Eropa, Kris Peeters di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Anies juga mengajak Kris beserta rombongan berkeliling kawasan Taman Dukuh Atas.
Anies menuturkan, mulanya mereka bertemu untuk membahas mengenai rencana pembiayaan pembangunan MRT Fase lanjutan. Anies menyebut pertemuan ini merupakan kelanjutan dari investasi pengembangan transportasi umum di Jakarta di Luxemburg beberapa waktu lalu.

Demikianlah respons salah satu pemerintah dan terhadap fenomena CFW dengan melihat dari aspek ekonomi saja. Mereka tampak gagal memahami akar masalah dan lalai menjalankan amanah untuk melindungi generasi dari serangan budaya permisif. Mereka sama saja dengan para pemodal yang menggebu-gebu mengeksploitasi generasi berdalih menghargai kreativitas.

Bahkan mereka sempat mencoba melakukan catwalk di zebra cross kawasan Taman Dukuh Atas. Sebagaimana diketahui, zebra cross itu belakangan viral karena menjadi lokasi ‘Citayam Fashion Week’.

Sungguh sangat di sayang kan , Masa depan mereka akan suram tanpa bisa memberikan harapan baru yang lebih baik bagi bangsa dan umat apabila pemerintah tidak segera mengubah paradigma ini dengan paradigma yang benar, Yakni dengan islam.

Mengingat bahwa generasi muda masih asing dengan ideologi (Islam), ekspresi polos mereka sangat rentan dan mudah terbajak. Banyak pihak sangat menyesalkan CFW telah menjadi ajang eksistensi diri kaum “tulang lunak” dan gerakan “pelangi”.

Kemudian para remaja muslim pun beradu outfit dengan menampakkan aurat, berjoget, dan bercampur baur laki-laki dan perempuan? Lalu banyak remaja laki-laki yang berpakaian perempuan sehingga juga meninggalkan salat dianggap wajar dan tidak perlu dipersoalkan?

Ini baru satu sudut sisi fenomena remaja yang terjadi hari ini. Belum lagi kita harus mengupas tuntas soal narkoba yang masih marak, hubungan seksual pra nikah yang marak .

Sampai kapan kita menyadari bahwa permasalahan besar yang terjadi hari ini adalah anak anak dan remaja kita dijauhkan dari nilai Islam, diberikan bumbu isu radikalisme berbagai media, dan buzzer buzzer yang pro kepada gaya hidup liberal dan sekulerisme.

Yang seharusnya generasi kita itu bangga ke masjid, menyemarakkan lingkungan dengan aktivitas kesholehan, bila perlu rasa rasanya indah bila di kawasan Dukuh Atas itu ada Kajian Islam, baca Qur’an bersama hingga shalat fardhu berjamaah di sana. Sekali lagi, ini semua karena inggin meliberalisasi para generasi muslim.

Artinya , generasi muda saat ini membutuhkan para pemimpin dan masyarakat yang tulus dan benar-benar mencintai mereka, semata-mata mengharapkan rida Allah SWT bukan malah menjauhkan dari keta’atan.

Waallahubissawab