Oleh: Agnes Al jannah
(Relawan Opini Wakatobi)

Tahun ajaran baru menjadi salah satu momentum yang ditunggu banyak pelajar. Terlebih bagi mereka yang akan memasuki bangku perkuliahan. Berbagai persiapan telah dilakukan agar lulus PTN. Namun, apa jadinya jika ketidaklulusan PTN menjadi penyebab nyawa melayang.Beberapa waktu lalu sempat ramai di media massa terkait berita seorang calon mahasiswi yang bernazar akan menyantuni anak yatim apabila diterima di PTN, sedagkan jika tidak diterima, ia akan suicide (bunuh diri). Dikutip dari keterangan kakak korban, Hops.ID.

Korban meninggal akibar overdosis alkohol serta obat yang diberikan psikiater. Selain itu, korban diduga mengalami kekerasan verbal dan manipulatif dari pacarnya hingga membulatkan tekad untuk mengakhiri hidupnya. Kasus lainnya terjadi pada mahasiswa berinisial BH yang ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri. Korban sebelum mengakhiri hidupnya sempat berkeluh kesah soal kuliah yang dijalani selama 7 tahun yang tak kunjung selesai. KOMPAS.com.

Banyaknya kasus bunuh diri pada pelajar adalah bukti nyata pendidikan sekuler gagal membangun kepribadian kuat pada pelajar. Di saat sama sistem sekuler membangun masyarakat yang penuh tekanan hidup, sulit mendapat kebutuhan (termasuk sulit sekolah) dan seterusnya. Dalam sistem sekuler pelajar dituntut menguasai berbagai ilmu dan teknologi dengan skill yang minim. Selain itu, kehidupannya pun dijauhkan dari agama, hingga tak sedikit yang kehilangan arah dan tujuan hidup yang sesungguhnya. Alhasil, banyak pelajar yang frustrasi hingga memilih mengakhiri hidup sebagai jalan keluar.

Melihat dunia pendidikan dengan sistem sekularisme saat ini, sangat mustahil negara bisa mencetak generasi-generasi hebat. Benar-benar berbanding terbalik dengan sistem Islam yang menjadikan tujuan pembangunan kepribadian Islam sebagai inti sistem pendidikan, menjamin akses Pendidikan pada semua warga negara dan menghasilkan masyarakat yang kokoh sejahtera.

Khalifah sebagai pemimpin akan menjamin agar semua kebutuhan rakyat terpenuhi hingga tak ada yang merasa tertekan atau bahkan mengakhiri hidup. Karena Islam paham, menuntut ilmu adalah suatu kewajiban terlebih itu adalah ilmu agama. Sehingga menghasilkan generasi-generasi berakhlak mulia dengan pengetahuan luar biasa, sebagaimana generasi pada masa Rasulullah Saw dan para sahabat.

Wallahu’alam bishawab.